Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Rabu, 23 JULI 2025 • 16:30 WIB

Keren! Mahasiswa UNPAD Lulus S3 di Usia 25 Tahun, Temukan Senyawa Baru!

Keren! Mahasiswa UNPAD Lulus S3 di Usia 25 Tahun, Temukan Senyawa Baru!Wahyu Safriansyah, mahasiswa Program Doktor Universitas Padjadjaran (unpad.ac.id)

INDOZONE.ID - Mahasiswa Universitas Padjadjaran (UNPAD), Wahyu Safriansyah, lulus program doktor atau S3 di usia sangat muda, yaitu 25 tahun.

Wahyu meraih gelar doktor dalam Program Doktor Ilmu Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Ia mempertahankan disertasi yang berjudul “Terpenoid dan Steroid dari Kulit Batang Aglaia pachyphylla serta Aktivitas Sitotoksik dan Anti Inflamasinya” pada sidang promosi doktornya.

Baca juga: Cara Lolos Apply Magang: Ini Alasan CV Magangmu Sering Gagal dan Tidak Dihubungi HR

“Secara singkat saya melakukan proses pencarian kandidat senyawa baru, baik dari kelompok terpenoid atau steroid yang diharapkan dapat menjadi kandidat senyawa baru dengan aktivitas anti-cancer atau anti-inflamasi, khususnya terhadap kanker payudara,” ujar Wahyu.

Selain itu, Wahyu mengungkapkan keberhasilan lulus program doktor tidak terlepas dari beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) yang didapatkannya. 

Baca juga: Cara Punya Teman Internasional, Tanpa Perlu Sekolah ke Luar Negeri

Makin banyak jumlah doktor, Wahyu berharap bisa ikut serta mendorong peningkatan kualitas SDM di Indonesia. Pilihan program ini gak terlepas dari kecocokan minat Wahyu, yang ingin terus kontribusi pada dunia riset.

Kontribusi Wahyu dalam bidang riset gak main-main. Hal ini ditunjukkan dengan mengisolasi 28 senyawa dari kulit batang aglaia pachyphylla, enam di antaranya adalah senyawa baru dari bagian terpenoid dan steroid.  

Selain itu, Wahyu juga memiliki 17 publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi. Selama masa studi, Wahyu juga mengikuti program sandwich di Osaka University, Jepang, dan Universiti Pendidikan Idris Malaysia. 

Baca juga: UI Buka Ruang Belajar Inklusif lewat Sensory Bridge untuk Anak Disabilitas

“Karena di Indonesia masih cukup terbatas instrumen yang berkaitan dengan penelitian yang saya geluti, jadi perlu dilakukan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam proses penelitiannya. Kita harus berkolaborasi untuk mendapatkan cara pandang dari orang lain terhadap riset yang kita lakukan agar bisa mendapatkan hasil riset yang baik,” jelas Wahyu.

Ia berharap, infrastruktur untuk mendukung riset di Indonesia dapat meningkat dan merata di berbagai wilayah. Pada masa yang akan datang, para peneliti bisa melakukan riset mandiri di Indonesia. 

“Harapannya agar ke depannya fasilitas pendukung untuk melakukan riset di Indonesia dapat lebih meningkat, sehingga jika infrastrukturnya sudah memadai kita bisa melakukan riset secara mandiri di Indonesia. Hal ini juga menjadi penting dalam mendukung percepatan peningkatan kualitas SDM di Indonesia,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Unpad.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Keren! Mahasiswa UNPAD Lulus S3 di Usia 25 Tahun, Temukan Senyawa Baru!

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!