Mahasiswa KKN Undip lakukan pelatihan penyusunan proposal
INDOZONE.ID - Mahasiswa KKN Tim Undip Tim-16 melakukan pelatihan penyusunan proposal pengajuan dana kepada Karang Taruna Desa Blacanan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Pelatihan penyusunan proposal ini selaras dengan program kerja multidisiplin Tim KKN Undip yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa melalui peningkatan kapasitas kelembagaan lokal dalam mengakses sumber daya dan pendanaan.
Pelatihan tersebut dilaksanakan pada Minggu (20/07/2025) di Balai Desa Blacanan, dan dihadiri oleh sejumlah anggota Karang Taruna serta perwakilan dari Ibu-ibu PKK.
Baca juga: Cara Lolos Apply Magang: Ini Alasan CV Magangmu Sering Gagal dan Tidak Dihubungi HR
Dalam kegiatan ini, para mahasiswa memberikan pelatihan mengenai sistematika dan teknik penulisan proposal, termasuk cara menyusun latar belakang, tujuan, rencana anggaran biaya (RAB), serta strategi pengajuan kepada lembaga pemerintah maupun swasta.
Menurut Elsa Amelia, salah satu anggota Tim KKN 16 dari Sekolah Vokasi kegiatan ini bertujuan untuk membantu Karang Taruna agar lebih siap dan mandiri dalam mengakses sumber pendanaan untuk kegiatan-kegiatan sosial dan kepemudaan.
“Kami melihat semangat dan potensi Karang Taruna cukup besar. Namun masih terkendala dalam hal administratif, terutama dalam menyusun proposal yang sesuai standar. Kami ingin membantu menjembatani permasalahan itu,” ujarnya.
Baca juga: Cara Punya Teman Internasional, Tanpa Perlu Sekolah ke Luar Negeri
Kegiatan ini disambut positif oleh Ketua Karang Taruna Desa Blacanan.
Ia menyatakan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat karena selama ini mereka sering kesulitan mengakses bantuan dana akibat kurang pahamnya format dan teknis penyusunan proposal yang benar.
“Kami sangat antusias karena ini pertama kalinya dibimbing langsung seperti ini. Semoga ilmunya bisa kami terapkan untuk pengajuan dana ke depan,” tuturnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Undip tidak hanya menjalankan pengabdian di masyarakat, tetapi juga turut memberdayakan masyarakat lokal agar mampu berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.
Baca juga: UI Buka Ruang Belajar Inklusif lewat Sensory Bridge untuk Anak Disabilitas
Tim 16 berharap, output kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan saja, tetapi bisa diterapkan langsung dalam bentuk proposal nyata yang diajukan ke instansi terkait.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung