Mahasiswa Undip bersama warga menangani masalah sampah
INDOZONE.ID - Mahasiswa KKNT Tim 151 Kelompok 2 dari Universitas Diponegoro, mengambil bagian dalam penanganan persoalan sampah di kawasan RW 10 Krapyak, Pekalongan Jawa Tengah.
Persoalan sampah menjadi momok bagi warga. Pasalnya, Maret lalu, tempat pembuangan sampah akhir di Kecamatan Pekalongan Utara tak lagi bisa menampung sampah warga.
Alhasil, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menutup operasional TPA. Pemerintah Daerah bahkan sampai menetapkan status darurat sampah di Kota Pekalongan.
Baca juga: Rencana Pembangunan Kantor Kelurahan Kalang Anyar, Taktakan Sempat Di Tolak Warga
Mahasiswa KKN berkolaborasi bersama warga untuk mencari solusi. Mereka mengadakan sosialisasi mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik serta strategi pengelolaan sampah rumah tangga yang efektif.
Selain melakukan sosialisasi mahasiswa KKN juga mengajukan rancangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa. PLTSa merupakan suatu inovasi teknologi yang mengubah sampah padat menjadi energi listrik melalui proses termal atau biologis seperti pembakaran (incineration), pirolisis, gasifikasi, atau biokonversi.
Pengajuan rancangan PLTSa ini mendapatkan respon positif dari ketua RW dan ibu-ibu PKK setempat. Mahasiswa KKN juga turun langsung untuk mengatasi permasalahan sampah.
Hal ini dilakukan dengan ikut serta dalam kegiatan “Gerakan Pesisir Berseri” yakni acara bersih sampah di Pantai Cemoro Sewu yang diadakan oleh Komunitas Kolaborasi Anak Generasi Muda atau yang dikenal dengan Komunitas Kobar Pekalongan.
Keterlibatan mahasiswa KKN ini menjadi salah satu langkah kecil dengan harapan memunculkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: