Mahasiswa KKN Undip berikan edukasi "Cegah Penyakit Sindrom Metabolik" (Yusuf/Z Creators)
INDOZONE.ID - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN-Tematik) Tim 118 dari Universitas Diponegoro, Diandra Nareswari Wibawa, menyelenggarakan program edukasi bertajuk "Cegah Penyakit Sindrom Metabolik" yang ditujukan khusus bagi warga lanjut usia (lansia) di RW 6, Kelurahan Sambiroto, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian acara Posyandu Lansia yang berlangsung pada pukul 15.00 WIB dan berhasil menarik partisipasi aktif sekitar 50 lansia. Antusiasme peserta sangat tinggi, terlebih karena kegiatan ini bertepatan dengan pemeriksaan kesehatan rutin, sehingga informasi yang diberikan dapat langsung dikaitkan dengan hasil kesehatan masing-masing.
Edukasi dilakukan secara personal oleh Diandra Nareswari Wibawa kepada setiap lansia, berdasarkan data riil hasil pemeriksaan kesehatan mereka. Topik yang disampaikan mencakup pemahaman mengenai sindrom metabolik yang meliputi tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tidak normal, peningkatan gula darah, serta obesitas. Penjelasan diberikan dengan pendekatan komunikatif dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu, dengan bahasa yang ringan dan santai agar mudah dipahami para peserta yang sebagian besar sudah lanjut usia.
Baca juga: Inovasi Mahasiswa UNDIP: Alat Ukur Tinggi Badan Otomatis untuk Posyandu Lansia
Sebagai pelengkap edukasi, Diandra juga membagikan buku saku berjudul "Cegah Penyakit Sindrom Metabolik". Buku ini berisi penjelasan lengkap mengenai gejala, faktor risiko, serta langkah-langkah pencegahan berbagai jenis sindrom metabolik. Buku ini ditujukan untuk membantu lansia memahami dan menjaga kondisi kesehatannya secara mandiri.
“Melalui edukasi personal dan buku saku ini, saya ingin para lansia tidak hanya mendapatkan informasi umum, tetapi juga merasa didampingi dan didengar sesuai kondisi masing-masing,” ungkap Diandra Nareswari Wibawa.
Baca juga: Cuci Tangan Bukan Sekadar Basa-Basi: Anak Sambiroto Unjuk Aksi
Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja KKN yang dirancang khusus untuk menjangkau kelompok lansia, karena mereka termasuk dalam kategori rentan terhadap berbagai penyakit metabolik. Antusiasme para peserta sangat terasa. Banyak dari mereka yang bertanya balik, berbagi pengalaman, dan menyampaikan rasa terima kasih karena merasa lebih diperhatikan dan dipahami. Program ini mendapat sambutan positif dari para kader posyandu dan pihak kelurahan. Lansia yang hadir pun merasa lebih diperhatikan dan memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya mengetahui sindrom metabolik dan pola hidup sehat.
“Terima kasih, saya jadi tahu apa yang harus dijaga dari hasil cek kesehatan saya. Bukunya juga enak dibaca, Mbak,” ujar salah satu lansia peserta kegiatan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para lansia tidak hanya mendapatkan informasi baru, tetapi juga merasa lebih percaya diri untuk menjaga kesehatannya sendiri. Meskipun langkah kecil, pendekatan yang personal dan penuh empati seperti ini bisa memberikan dampak positif yang besar dalam jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan