Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Minggu, 03 AGUSTUS 2025 • 12:00 WIB

Dari Ibu Rumah Tangga Jadi Jutawan Seblak: Cerita Sukses Mbak Nopi di Ujung Gang Desa

Dari Ibu Rumah Tangga Jadi Jutawan Seblak: Cerita Sukses Mbak Nopi di Ujung Gang DesaSeblak Prasmana Mba Napi di Desa Tedunan, Demak. (Pramesti/Z Creators)

INDOZONE.ID - Siapa bilang peluang usaha cuma milik mereka yang punya modal besar? Novi Lutfiah, warga Desa Tedunan, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, membuktikan bahwa bisnis bisa dimulai dari hal sederhana, bahkan dari rasa bosan sebagai ibu rumah tangga.

Awal 2023, setelah rutin mengantar anak sekolah, Novi membuka warung kecil di depan rumah. Niat awalnya iseng, hanya jualan seblak dan rujak buat isi waktu. Tapi siapa sangka, "warung iseng-iseng" itu kini jadi tempat jajan favorit anak muda di desa dengan nama yang cukup catchy, yaitu Seblak Prasmanan Mbak Nopi.

Konsep Unik yang Bikin Anak Muda Betah

Kalau biasanya beli seblak langsung jadi, beda dengan di warung Mbak Nopi. Di sini, pembeli bisa pilih sendiri isiannya, mulai dari mie, makaroni, sosis, bakso, siomay, sampai kerupuk. Tinggal pilih, baru deh dimasakin langsung. Fresh dan sesuai selera.

Konsep prasmanan ini ternyata jadi daya tarik utama. Anak muda suka banget karena bisa mix and match topping favorit mereka. Sensasi memilih sendiri bikin pengalaman makan seblak jadi lebih seru.

Baca juga: Mahasiswa KKN Edukasi Lansia tentang Sindrom Metabolik dan Bagikan Buku Saku di Kelurahan Sambiroto

Menu Gak Cuma Seblak, Tapi Jajanan Kekinian Juga Ada

Dari Ibu Rumah Tangga Jadi Jutawan Seblak: Cerita Sukses Mbak Nopi di Ujung Gang DesaSeblak Prasmana di Desa Tedunan, Demak (Pramesti/Z Creators)

Karena banyak pelanggan yang minta variasi, Mbak Nopi nggak tinggal diam. Ia mulai nambah menu jajanan kekinian, ada kebab, burger, mie ayam, udang keju, sosis goreng, es warna-warni, sampai gorengan homemade yang selalu fresh.

Harga? Ramah banget di kantong! Mulai dari Rp1.000-an aja. Pantesan tiap hari warung kecil ini selalu rame. Gak cuma warga sekitar, tapi juga pembeli dari luar desa.

Manfaatkan WhatsApp untuk Jualan, Tapi Gak Pakai COD

Meski skala rumahan, Mbak Nopi sudah go digital. Ia pakai WhatsApp untuk promosi dan update menu harian. Tapi karena ramai banget, sekarang dia udah gak nerima COD. Semua pesanan diambil langsung di lokasi biar lebih efisien.

Warungnya buka dari pagi sampai malam, cocok buat tempat nongkrong santai sambil nunggu gorengan matang atau nyeruput es rasa buah.

Tempat Nongkrong Favorit Anak Desa

Seblak Prasmanan Mbak Nopi bukan cuma warung, tapi juga tempat nongkrong informal bagi anak-anak dan remaja. Suasananya santai, hangat, dan selalu ramai di jam istirahat atau sore hari.

“Kalau anak-anak kecil, paling seneng tuh nyobain es warna-warni dan nambah topping seblak seenaknya,” ujar Mbak Nopi sambil tertawa.

Mimpi Mbak Nopi: Bukan Cuma Jualan, Tapi Terus Berkembang

Meskipun belum pernah ikut bazar atau pameran UMKM, semangat Mbak Nopi buat berkembang nggak main-main. Ia pengin nambah tempat duduk, perluas dapur, dan tambah variasi menu supaya pelanggan gak bosan.

“Anak-anak tuh cepet bosen. Jadi tiap minggu saya usahain ada yang baru,” katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dari Ibu Rumah Tangga Jadi Jutawan Seblak: Cerita Sukses Mbak Nopi di Ujung Gang Desa

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!