Ilustrasi bimbang pilih jurusan, PTN, atau gap year (freepik)
INDOZONE.ID - Saat menjelang kuliah, banyak pelajar dihadapkan pada dilema klasik: lebih baik mengejar PTN impian atau fokus ke jurusan yang benar-benar diinginkan? Atau, mungkin lebih baik gap year saja dulu?
Mengejar PTN seringkali identik dengan gengsi, lingkungan akademis top, relasi luas, hingga fasilitas yang super lengkap. Namun, terkadang ada satu hal yang mengganjal bagi para peminat PTN: jurusan yang tidak sesuai dengan passion dan minat pribadi.
Baca juga: College vs University: Kenali Perbedaannya Sebelum Salah Daftar
Di sisi lain, pilihan mengejar jurusan impian bisa membuat proses belajar lebih menyenangkan dan arah tujuan di masa depan menjadi lebih jelas.
Meskipun begitu, mungkin kamu harus merelakan gengsi di kampus yang tidak sebesar PTN top.
Saat maju mundur bingung menentukan pilihan, gap year seringkali muncul sebagai salah satu alternatif.
Baca juga: 5 Penyesalan yang Sering Terjadi Pada Pejuang PTN Gap Year: Gak Belajar Serius
Bagi yang masih yakin dengan pilihan antara jurusan atau kampus impian, gap year bisa dimanfaatkan untuk belajar lagi, bekerja, atau mengumpulkan biaya untuk mencoba lagi di tahun berikutnya.
Namun, bagi yang lebih nyaman langsung terjun ke dunia kampus, kuliah seadanya bisa menjadi jalan untuk menemukan passion baru yang tidak terduga.
Pada dasarnya, tidak ada jalan yang benar atau salah. Semua pilihan memiliki plus dan minusnya masing-masing, tergantung pada banyak faktor: kondisi finansial, tujuan hidup, hingga kesiapan mental.
Baca juga: Mau Lintas Jurusan saat Kuliah? Perhatikan 5 Tips Ini biar Gak Salah Langkah
Keputusan kuliah bukan tentang cepat atau lambat masuk, atau kampus mana yang paling bergengsi. Ini tentang menemukan jalan yang tepat yang sudah kamu formulasikan sendiri untuk masa depanmu.
Jadi, pikirkan dan rencanakan dengan matang, serta pertimbangkan empat hal itu, ya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Skuling.id