Tim AWton ITB raih Juara 2 Global HackAtom Indonesia 2025 (itb.ac.id)
INDOZONE.ID - Tim mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali mencetak prestasi dengan meraih juara 2 pada kompetisi Global HackAtom Indonesia 2025 yang digelar di Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia, Yogyakarta.
Tim mahasiswa ITB yang menamakan diri mereka Tim Awtom terdiri dari Aziz Satrio, Muhammad Afief Abdurrahman, Muhamad Daffa F.J., Yesaya Febrianto Nicolas, dan Ahmad Yusuf Farhat, dari Program Studi Fisika ITB.
Mengusung tema tahun ini, "Nuclear Technology for Health and Life", Tim Awtom mempersembahkan inovasi berjudul N.E.U.T.R.O.N. (Nuclear Environment Updates and Tracking for Radiation Over Network).
Baca juga: Mahasiswa ITB Tembus Konferensi NLP Bergengsi Dunia ACL 2025, Angkat tentang Budaya Jawa
N.E.U.T.R.O.N. adalah sistem navigasi yang dirancang untuk mendeteksi potensi paparan radiasi dan meningkatkan keselamatan di wilayah rawan radiasi.
Menurut tim, inovasi tidak selalu harus menciptakan sesuatu yang benar-benar baru. Cukup dengan melihat sekitar, menemukan permasalahan nyata, lalu mengintegrasikan teknologi yang ada, dapat lahir solusi yang relevan.
Dalam pengembangannya, Tim Awtom menggabungkan teknologi cloud computing, algoritma pathfinding A yang dimodifikasi, serta augmented reality (AR). Sistem ini memungkinkan pengguna memantau kondisi secara real time melalui perangkat seluler.
Baca juga: Jadi Tuan Rumah KRAI 2025, ITB Wadahi Seleksi untuk Tembus Final ABU Robocon di Mongolia
“Lewat pengalaman ini, kami belajar bahwa inovasi tidak selalu harus kompleks. Justru kreativitas dalam mengintegrasikan berbagai teknologi yang sudah ada dapat menghasilkan solusi nyata,” ujar perwakilan tim.
Meski terdengar sederhana, karya ini membuktikan bahwa inovasi bisa hadir dengan memanfaatkan teknologi yang ada untuk menciptakan produk baru yang bermanfaat bagi masyarakat.
Global HackAtom Indonesia 2025 merupakan kompetisi untuk mengasah daya pikir kritis mahasiswa, sekaligus mendorong lahirnya produk inovasi di bidang teknologi nuklir. Ajang ini digelar oleh Rosatom Global, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Tomsk Polytechnic University.
Baca juga: ITB dan Telkomsel Bangun AI Innovation Hub, Langkah Konkret Kolaborasi Pendidikan dan Industri
Prestasi Tim Awtom ITB membuktikan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam mengembangkan teknologi yang inovatif dan aplikatif.
Dengan menggabungkan kreativitas, teknologi modern, serta kepedulian terhadap keselamatan masyarakat, mahasiswa dapat menghadirkan solusi nyata yang tidak hanya mendorong perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberi kontribusi besar bagi kehidupan dan kesejahteraan masyarakat luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Itb.ac.id