Ilustrasi orang ujian (freepik)
INDOZONE.ID - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan tim penanggung jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), resmi meluncurkan jadwal SNPMB Tahun 2026.
Peluncuran ini SNPMB dipimpin oleh Ketua Umum SNPMB, Prof. Eduart Wolok. Selain itu, dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan Prof. Fauzzan.
Lalu dihadiri oleh Wakil Ketua I tim penanggung jawab SNPMB Tjitjik Sri Tjahjandari, Wakil Ketua II tim penanggung jawab SNPMB Muryanto Amin, Wakil Ketua III tim penanggung jawab SNPMB, dan Wakil Ketua IV tim penanggung jawab SNPMB Ali Ridho.
Baca juga: Beetrass Soap: Inovasi Sabun Cair Karya Mahasiswa UNY, Berbahan Dasar Umbi Bit dan Sereh Wangi
Eduart menegaskan kalau SNPMB 2026 bakal diadakan dengan prinsip fleksibilitas, efisiensi, transparansi, keadilan, larangan konflik kepentingan, hingga akuntabilitas.
“Prinsip-prinsip ini terus kita jaga dari tahun ke tahun. Segala dinamika yang berpotensi melanggar prinsip tersebut selalu kita mitigasi dan tindak lanjuti,” jelasnya.
SNPMB 2026 dibuka untuk program Sarjana, Diploma/Sarjana Terapan, dan Diploma 3. Terdapat dua jalur yaitu Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), yang menggunakan rapor dan prestasi akademik/non-akademik. Kedua ada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), seleksi melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).
Baca juga: TrunkTone, Inovasi Mahasiswa IPB Sulap Limbah Sawit Jadi Peredam Akustik Ramah Lingkungan
Ia menyebut kalau kuota tidak berubah dari sebelumnya. Hal ini karena bergantung pada kapasitas daya tampung masing-masing PTN.
“Banyak pertanyaan kenapa kuota seolah ‘pelit’. Padahal kuota ditentukan sejak awal, sesuai ketersediaan sarana, dosen, hingga infrastruktur PTN. Tujuannya agar kualitas akademik tetap terjaga,” ujarnya.
Pada SNBP 2026, ada ketentuan baru yaitu ada Tes Kemampuan Akademik (TKA), yang diselenggarakan oleh Kemdikdasmen di bulan November.
Baca juga: Bikin Bangga! ITS Raih Juara 3 Kategori Fixed Wing pada Ajang Teknofest 2025 di Turki
“TKA menjadi syarat tambahan yang tidak ada pada SNBP tahun 2025, sehingga siswa punya waktu cukup untuk mempersiapkan diri,” tambah Eduart.
Wakil Menteri Pendidikan, Prof. Fauzan juga menyoroti kalau ada permasalahan teknis dan praktik kecurangan saat seleksi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unpad.ac.id, YouTube/@snpmb_id