Momen Tebar 5.000 Bibit Wader Pari di Sungai Baros. (ugm.ac.id)
INDOZONE.ID - Universitas Gadjah Mada (UGM), buat gebrakan dengan menebar 5.000 bibit ikan Wader Pari (Rasbora lateristriata) di Sungai Baros, pada Senin 15 September 2025.
Kegiatan ini demi memperkuat populasi ikan di alam, menjaga kepunahan sumber daya, serta meningkatkan pemanfaatan secara berkelanjutan, bersama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, BRIN, GAIN Indonesia, dan mahasiswa.
Baca juga: Mahasiswa UNDIP Ciptakan Sensor Deteksi Antibiotik Berbasis CDQs: Lebih Murah dan Cepat
Kegiatan ini bagian dari workshop Wader Pari Restocking Activity for Food Dashboard System (FDS) yang dilaksanakan di Balai Desa Tirtohargo.
Populasi ikan di alam makin susut gara-gara beberapa faktor, habitat alami yang rusak, penangkapan berlebihan, dan praktik perikanan yang kurang ramah lingkungan.
Semua ini mengancam stok ikan lokal yang jadi sumber protein, sekaligus bagian dari budaya lokal. UGM dan lainnya melihat, bahwa restocking yaitu pengembalian bibit ikan ke habitatnya adalah salah satu langkah strategis.
Sungai Baros dipilih karena lokasinya yang strategis di Kretek, Bantul, masih punya potensi alami dan komunitas lokal yang siap berkontribusi dalam pemeliharaan habitat.
Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Hery Sulistio Hermawan, dengan dukungan masyarakat dan pihak terkait, kegiatan tebar ikan ini diharapkan bisa bantu menguatkan ketersediaan ikan lokal, serta mendongkrak ketahanan pangan dan ekonomi warga sekitar.
Acara ini bukan kerja satu pihak. Ada UGM sebagai akademisi dan peneliti, pemerintah daerah, lembaga penelitian (BRIN), organisasi nonprofit seperti GAIN Indonesia, serta masyarakat desa. Nama-nama yang terlibat antara lain Prof. Bambang Retnoaji dari Fakultas Biologi dan Ibnu Budiman dari GAIN Indonesia.
Selain tebar bibit, acara ini jadi momen buat menyusun strategi pengelolaan perikanan yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Perbaikan habitat, konservasi, dan partisipasi masyarakat lokal jadi bagian penting dari keseluruhan rencana agar restocking gak cuma seremonial, tapi berdampak jangka panjang.
Dengan penebaran bibit Wader Pari, diharapkan beberapa hal bisa tercapai, yakni:
Baca juga: IPB-Kemenhut Kembangkan Teknologi untuk Penyelamatan Badak Jawa dan Sumatera yang Terancam Punah
Pelestarian lingkungan, ilmu pengetahuan, dan masyarakat merupakan hal penting yang harus diseimbangkan dan ditingkatkan secara bersamaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ugm.ac.id