Ilustrasi mahasiswa aktif di kelas (freepik)
INDOZONE.ID - Pendidikan dipercaya sebagai salah satu cara untuk merubah nasib menjadi lebih baik. Pendidikan berfungsi untuk mengubah taraf hidup dan status sosial dari seseorang.
Namun, banyak orang yang masih berusaha keras mendapatkan pendidikan berkualitas hingga jenjang perguruan tinggi, karena berbagai alasan di baliknya. Tidak semua orang mendapatkan pendidikan layak dengan baik.
Ilustrasi wisuda kelulusan (freepik)
Masalah akses pendidikan juga jadi salah satu masalah utama, apalagi antara wilayah perkotaan dan pedesaan, khususnya di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Baca juga: 7 Skill Digital Wajib Dikuasai Mahasiswa Biar Gak Ketinggalan Zaman
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2024, hanya ada sekitar 10 persen dari total seluruh populasi di Indonesia yang lulus dari jenjang perguruan tinggi. Hal ini menjadi PR bagi pemerintah untuk meningkatkan pemeratan pendidikan ke seluruh daerah.
Selain itu, kondisi finansial seseorang juga menjadi hambatan. Akan tetapi, masalah itu bisa dipecahkan, salah satunya dengan beasiswa. Pemerintah telah memberikan sejumlah beasiswa untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi, khususnya S2 dan S3.
Salah satu beasiswa yang paling populer di Indonesia ada beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan). Selain itu, banyak beasiswa yang ditawarkan oleh pemerintah. Penasaran? Yuk, cek lengkapnya di bawah ini.
Beasiswa ini merupakan program dari pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Program ini diberikan kepada putra-putri terbaik Indonesia untuk kuliah di perguruan tinggi dalam atau luar negeri.
Beasiswa ini tersedia dari jenjang diploma sampai doktor. Selain itu, program ini juga menargetkan untuk kelompok penyandang disabilitas, baik fisik, intelektual, mental, maupun sensorik.
Baca juga: PGSD BINUS University Luncurkan Beasiswa 100 Persen, Berkomitmen Cetak Guru Standar Internasional
Terdapat beberapa persyaratan untuk daftar beasiswa ini, antara lain maksimal usia 32/33 untuk S2, 46/47 untuk S3, punya LoA, minimal IPK 3.00, sertifikat UKBI dan bahasa Inggris (untuk luar negeri), study plan (S2), proposal penelitian (S3), dan esai sesuai ketentuan.
Cakupan beasiswanya pun cukup lengkap, mulai dari biaya pendidikan, tunjangan hidup, biaya buku, hingga biaya pendamping (bagi disabilitas).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA