Talkshow oleh narasumber EduTalks (Indozone/Rifqy Alief Abiyya)
INDOZONE.ID - Program studi Primary Teacher Education (PGSD) BINUS University menegaskan komitmennya untuk menghasilkan guru-guru berkualitas, yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.
Salah satu komitmennya l ditunjukan melalui kegiatan EduTalks: Shaping Future Educators, Inspiring Global Impact di Auditorium BINUS @Kemanggisan Anggrek. Acara ini sekaligus peluncuran beasiswa 100% dari prodi PGSD.
Baca juga: Maba UI Wajib Tahu! Hal Unik di 5 Fakultas UI yang Cuma Diketahui Orang Dalam
Dalam sambutannya, Dekan Faculty of Humanities BINUS University, Dr. Elisa Carolina Marion menyebut bahwa Prodi PGSD adalah visi besar dari BINUS University untuk memberdayakan masyarakat lewat pendidikan.
“PGSD BINUS University adalah wujud nyata dari komitmen kami untuk melahirkan pendidik dengan standar internasional. Lulusan kami tidak hanya siap mengajar di ruang kelas, tetapi juga terhubung dengan jaringan global employability yang luas. Melalui beasiswa penuh ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk meraih mimpi menjadi pendidik berkelas dunia yang membawa dampak positif bagi masyarakat”.
Baca juga: Ilmu Politik Unhas Gelar Dialog Publik Soal Peran Negara dalam Ketersediaan Pangan Lokal
Kegiatan ini juga menghadirkan talkshow interaktif, hiburan, dan trial class. Acara ini dihadiri oleh para pelajar, mahasiswa, praktisi pendidikan, serta pelaku industri.
EduTalks bukan sekadar membagi pengalaman dan wawasan, tapi juga menjawab tantangan pendidikan nasional bahkan global saat ini.
Dean Faculty of Humanities BINUS University (Indozone/Rifqy Alief Abiyya)
Kepala Prodi PGSD BINUS University, Wahyu Setioko, Ph.D menyebut bahwa PGSD BINUS University tak hanya mencetak guru sekolah dasar. Akan tetapi, sebagai profesional untuk berkontribusi di berbagai ekosistem pendidikan, mulai dari sekolah internasional, hingga perusahan Education Technology.
Co-Founder Co Learn, Marc Irawan menegaskan bahwa Education Technology akan mengubah peran guru dari sekadar pengajar di kelas menjadi fasilitator pembelajaran yang lebih personal, interaktif, dan berbasis data. Guru di masa depan bukan hanya mengajar, tetapi juga menjadi profesi yang memanfaatkan platform digital.
Baca juga: Tas Lipat Multifungsi Karya Mahasiswa ITB, Lahir dari Observasi Sederhana jadi Solusi Sehari-hari
“Lulusan PGSD BINUS University memiliki peluang karier yang luas, termasuk di perusahaan Education Technology seperti sebagai content creator pendidikan, learning consultant, hingga product specialist yang mengembangkan solusi pembelajaran digital. Inilah era di mana guru bertransformasi menjadi inovator dalam ekosistem pendidikan global.” ujarnya.
Baca juga: Inovasi Mahasiswa UGM Satukan Pemerahan dan Pasteurisasi Otomatis untuk Susu Kambing yang Lebih Aman
Selain itu, Advisor Indonesia Mengajar, Evi Trisna juga menekankan bahwa peran guru menjadi sangat strategis karena mereka berada di garis depan untuk membekali generasi muda menghadapi tantangan zaman.
Ia berpesan untuk menjadi pendidik yang berani berinovasi, terbuka dengan perkembangan, dan tetap berakar pada nilai-nilai lokal.
“Dengan kombinasi tersebut, Anda bisa membawa dampak nyata, tidak hanya di kelas atau komunitas sekitar, tetapi juga dalam ekosistem pendidikan berskala global”.
Baca juga: Hati-Hati! 4 Pola Pikir yang Bisa Diam-diam Hambat Kesuksesan Mahasiswa di Kampus
Salah satu alumni PGSD BINUS University, Lorensia Ria Audini mengungkapkan bahwa pengalaman belajar di prodi PGSD BINUS University membekali metodologi belajae, kompetensi global, kurikulum internasional, dan komunikasi lintas budaya.
Saat ini, Lorensia merupakan seorang guru di Global Prestasi School, sekolah internasional dengan kurikulum Cambridge.
Hal ini menegaskan bahwa PGSD BINUS University untuk terus mencetak guru dengan standar internasional.
Baca juga: Universitas Indonesia Meresmikan UI-Palestine Center, Tegaskan Dukungan Kemerdekaan Palestina
Acaranya bukan hanya ada sesi talkshow interaktif, tapi juga peluncuran beasiswa 100% untuk prodi PGSD BINUS University.
Kepala Program Studi PGSD BINUS University, Wahyu Setioko, Ph.D menegaskan bahwa beasiswa penuh ini membuka peluang bagi para generasi muda untuk melangkah dan menggapai karier di berbagai sektor edukasi yang lebih luas.
Pria yang akrab disapa Koko tersebut menyebut bahwa terdapat syarat khusus untuk tahapan seleksi beasiswa, seperti motivasi hingga syarat minimun IPK.
Kepala Program Studi PGSD BINUS University (Indozone/Rifqy Alief Abiyya)
“Beasiswanya dalam bentuk biaya kuliah secara 100% sampai dengan lulus 4 tahun, dengan syarat mungkin IPK nya tidak dibawah 3 ya, kalau dibawah itu beasiswanya akan diputus,” ujar Koko.
“Syarat khususnya tentu kita akan filter motivasi, modal bahasa Inggris, karena untuk bisa kuliah gitu ya karena kuliahnya dalam bahasa Inggris. Paling tidak mendengar percakapan atau bertanya,” sambungnya.
Baca juga: Membanggakan! 8 Ilmuwan UNDIP Masuk Daftar 'World’s Top 2% Scientist'
Sementara itu, Lorensian juga menuturkan bahwa beasiswa ini akan membuka jalan bagi lebih banyak generasi muda untuk mengikuti jejak serupa.
Oleh sebab itu, PGSD BINUS University mengundang generasi muda Indonesia untuk bergabung, meraih beasiswa penuh, dan membuka pintu menuju karier global di dunia pendidikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release, Liputan