Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Rabu, 24 SEPTEMBER 2025 • 18:05 WIB

Tas Lipat Multifungsi Karya Mahasiswa ITB, Lahir dari Observasi Sederhana jadi Solusi Sehari-hari

Tas Lipat Multifungsi Karya Mahasiswa ITB, Lahir dari Observasi Sederhana jadi Solusi Sehari-hariProduk Maore (itb.ac.id)

INDOZONE.ID - Inovasi kampus kembali soroti persoalan paling dekat dengan rutinitas mahasiswa yaitu bawa barang seperlunya tanpa ribet.

Dua mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) menghadirkan MAORE, usaha tas lipat multifungsi yang bisa berubah wujud dari ransel atau totebag menjadi pouch ringkas saat tak dipakai.

Baca juga: Juara 1 PTGC 2025, Inovasi Energi dan Air Bersih Karya Mahasiswa ITB untuk Petani di Daerah 3T

Gagasan ini dirintis Mochammad Ariq Syah (Teknik Industri 2022) bersama Muhammad Riyandika Priyatna (Teknik Industri 2022) yang berperan sebagai Chief Marketing Officer. 

Inovasi Maore

MAORE muncul dari banyaknya mahasiswa yang ingin traveling ringan antarkelas dan membawa laptop, notes, dompet tetapi terasa merepotkan jika harus menenteng tas besar seharian.

Solusinya adalah format tas lipat modular yang bisa dipakai saat perlu kapasitas dan langsung “menghilang” ketika tak dibutuhkan. 

Begitu selesai dipakai, tas dilipat menjadi pouch tipis yang mudah masuk ke laci, loker, atau kantong ransel utama. Pendekatan ini menyasar tiga hal sekaligus yaitu fungsional (mode ransel atau tote), ringkas (pouch), dan praktis (perpindahan mode cepat).

Arti Nama Brand

Nama MAORE bukan sekadar label. Dalam versi cerita brand, “Ma” diambil dari Mochammad Ariq, “O” melambangkan aliran berkah yang tak berujung, dan “Re” menegaskan bahwa setiap upaya akan memberi hasil/reaksi.

Filosofi ini menempel pada strategi produk, desain yang membalas “usaha kecil” pengguna (melipat, mengait, menggulung) dengan kenyamanan nyata (tas mengecil, meja kerja dan punggung terasa lebih lega).

Narasi tersebut sekaligus menandai positioning MAORE sebagai solusi praktis bukan sekadar aksesoris fashion. 

Proses Pengembangan

Pengembangan, dimulai dengan observasi kebiasaan di koridor kampus, kapan mahasiswa cenderung butuh kapasitas ekstra, barang apa yang paling sering dibawa, dan momen apa yang membuat tas terasa “kebanyakan”.

Temuan ini diterjemahkan ke fitur dasar, mode fleksibel (Totebag atau ransel) dan fold-flat ke bentuk pouch. Dengan fokus pada skenario penggunaan, MAORE mencoba menutup “celah kecil” yang selama ini diisi plastik kresek sekali pakai atau tote tambahan yang memakan tempat. 

Dalam rilisnya, MAORE juga diposisikan sebagai contoh konkret bagaimana inovasi mahasiswa menjawab kebutuhan pasar dengan solusi praktis dan fungsional. 

Baca juga: Mahasiswa Udinus Raih Emas Lewat Inovasi Gummy Daun Sirsak di Ajang Internasional

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Itb.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Tas Lipat Multifungsi Karya Mahasiswa ITB, Lahir dari Observasi Sederhana jadi Solusi Sehari-hari

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!