Ilustrasi magang untuk pengalaman (freepik)
INDOZONE.ID - Punya IPK tinggi memang bikin bangga, tapi jangan buru-buru merasa aman. Banyak mahasiswa terlena sama nilai bagus, padahal sukses nggak ditentukan angka di transkrip.
Ada yang pintar akademis tapi belum tentu jadi apa-apa, ada juga yang punya pengalaman tapi gagal karena ego.
Nah, di balik dunia kampus yang sering ngasih label “unggul akademis” atau “kurang menonjol secara akademis” lewat IPK, ada hal lain yang jauh lebih penting: karya, pengalaman, dan kredibilitas. Yuk, cek poin berikut biar nggak kejebak mindset yang hanya fokus soal IPK.
Nilai di kampus memang penting, tapi bukan jaminan hidupmu sukses atau gagal. Ada banyak orang yang nilainya biasa saja, tapi sukses besar karena pengalaman dan kerja kerasnya. Begitu juga sebaliknya, pintar akademis bukan berarti otomatis hidup jadi lancar.
IPK bisa menunjukkan kemampuan belajarmu, tapi kalau tanpa pengalaman nyata, pengetahuanmu hanya berhenti di teori. Sebaliknya, IPK rendah tapi punya pengalaman tinggi bisa membuka banyak peluang.
Baca juga: Inflasi IPK Nyata! “Harga” IPK 4.0 Kini Hanya Tiket Masuk Kerja
Dunia kerja lebih menghargai apa yang sudah pernah kamu lakukan, bukan sekadar angka di transkrip nilai.
Kombinasi nilai dan pengalaman memang bagus, tapi kalau ego nggak bisa dikendalikan, semuanya percuma. Dunia profesional menuntut kolaborasi dan sikap rendah hati.
Jadi, selain pintar dan berpengalaman, kamu juga perlu mengasah soft skill seperti komunikasi, kerja sama, dan manajemen diri.
Baca juga: 5 Kegiatan Volunteer untuk Mahasiswa, Wajib Coba Salah Satunya buat Tambah Pengalaman
Pada akhirnya, yang benar-benar abadi adalah karya. Nilai bisa hilang, jabatan bisa berganti, tapi karya akan tetap dikenang. Tulisan, misalnya, bisa menjadi warisan yang dibaca generasi berikutnya.
Tapi untuk bisa menghasilkan karya yang dipercaya, kamu butuh kredibilitas. Dan salah satu cara membangunnya adalah lewat pendidikan.
Jadi, nggak ada yang lebih penting antara IPK, pengalaman, dan pendidikan. Semuanya harus berjalan beriringan. Yang terpenting, pastikan kamu meninggalkan karya yang bermanfaat, karena itulah yang akan membuatmu diingat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan Penulis