Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Rabu, 15 OKTOBER 2025 • 12:41 WIB

Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa UGM Ciptakan Alat Deteksi Ergonomi Berbasis AI

Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa UGM Ciptakan Alat Deteksi Ergonomi Berbasis AIIlustrasi deteksi risiko ergonomi (ugm.ac.id)

INDOZONE.ID - Dosen Sekolah Vokasi UGM dan tim mahasiswa mengembangkan inovasi alat deteksi risiko ergonomi buat pekerja kantor. Ergonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia berkaitan dengan pekerjaan.

Dosen yang terlibat dalam pengembangan ini, yaitu Dina Fitriana Rosyada dan Dr. Nur Rokhman. Selain itu, mereka juga melibatkan mahasiswa aktif yang terdiri dari Rafael Radya, Marco Aland, Kevin, Dhea, dan Syva. 

Sebagai ketua tim, Dina mengungkapkan bahwa pengembangan alat deteksi risiko ergonomi ini berawal dari masalah muskuloskeletal, yang merupakan kategori cedera kerja paling umum. Hal ini ditandai dengan adanya nyeri pada bagian punggung.

Baca juga: Pelatih Timnas Irak: Arab Saudi Dapat Keuntungan dari Sistem Kualifikasi Piala Dunia 2026

Ia mengungkapkan, tulang manusia ini tidak dirancang buat bekerja selama delapan jam membungkuk depan laptop. Ini bisa berakibat terjadi kompresi diskus, ketegangan otot, dan ketidaknyamanan kronis.

“Meski memberi manfaat, dari proses Rekam Medis Elektronik tentu pada akhirnya membawa konsekuensi baru bagi penggunanya, utamanya terkait aktivitas menggunakan atau mengelola data dari RME yang dilakukan dengan cara berhadapan dengan komputer secara terus- menerus dalam waktu lama atau berulang-ulang,” terangnya.

Baca juga: Mahasiswa UB “Go Global”! Tiga Mahasiswa Desain Grafis Ikut Magang Internasional ke Taiwan

Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Muhammadiyah Yogyakarta, dan berhasil mengembangkan alat berbasis computer vision. Alat ini dibuat dengan menggunakan metode Rapid Upper Limb Assessment atau disebut RULA.

Cara alat ini yaitu dengan memonitor aktivitas pekerja selama di depan komputer atau laptop, lau dicek melalui monitor dalam waktu 1 shit per hari. Nantinya, alat ini bakal otomatis melakukan analisis risiko dari RULA pada masing-masing pekerjaan.

“Hasil akhir yang dikeluarkan adalah risiko gangguan kesehatan otot dan rangka tulang belakang per petugas, yang digolongkan sebagai risiko rendah, sedang, dan risiko tinggi,” jelasnya.

Baca juga: Pelatih Irak Sindir Arab Saudi Setelah Lolos ke Piala Dunia 2026

Selain itu, alat ini juga menggunakan Artificial Intelligence yaitu computer vision. Teknologi ini disebut bisa bantu mendeteksi titik-titik kemiringan tubuh bagian atas, atau kebungkukan selama di depan komputer. 

“Kita bersyukur pengembangan alat ini, para petugas rekam medis pun mengaku merasa terbantu dengan adanya alat ini, karena mereka bisa melakukan evaluasi posisi duduk selama ketika bekerja. Tanpa alat ini, dan jika terus dibiarkan tentu berdampak bagi kesehatan mereka utamanya pada kesehatan otot dan rangka yang selama ini cenderung kurang diperhatikan,” ucapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ugm.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa UGM Ciptakan Alat Deteksi Ergonomi Berbasis AI

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!