Marianna Caryna Kono di University College London (Instagram/@carynkno)
INDOZONE.ID - Kisah Marianna Caryna Kono, perempuan asal Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berhasil meraih mimpi besarnya dengan berkuliah di University College London (UCL) lewat beasiswa LPDP.
Dari SMP, Caryna sudah punya cita-cita untuk kuliah di luar negeri. Tapi tekad itu harus melewati jalan berliku dimulai dari akses pendidikan terbatas, fasilitas belajar yang minim, dan kondisi finansial yang jauh dari cukup. Tapi justru dari keterbatasan itulah semangatnya tumbuh makin besar.
Baca juga: Kisah Kevin Lijaya Lukman, si Mental Baja yang Raih Penghargaan Tesis Terbaik di Inggris Raya
Saat menempuh pendidikan S1, Caryna mendapat beasiswa Bidikmisi yang membantunya bertahan secara finansial.
Caryna dikelilingi oleh lingkungan kampus yang suportif dan dosen-dosen inspiratif yang sering memotivasi mahasiswa untuk mencoba peluang lebih besar. Dari sinilah Caryna mulai bermimpi melanjutkan studi ke luar negeri dan mulai menyiapkan langkahnya satu per satu.
Perjuangannya tentu aja gak mudah, Caryna sempat kehilangan motivasi selama delapan bulan setelah lulus kuliah dan bekerja di pabrik air di luar kota. Rasa jenuh dan keraguan sempat membuatnya ingin menyerah.
Tapi suatu hari, ia kembali teringat pada mimpinya yang sempat tertunda. Dengan sisa semangat yang ada, ia mulai belajar IELTS secara mandiri, bahkan sempat gagal beberapa kali sebelum akhirnya berhasil lolos program ELTA, beasiswa persiapan bahasa Inggris dari pemerintah Australia.
Program itu menjadi titik balik besar. Selama tiga bulan, Caryna mengikuti kursus intensif hingga akhirnya lolos tes IELTS dan mulai proses seleksi LPDP dengan kepercayaan diri yang baru.
Caryna tahu, beasiswa LPDP bukan hal mudah. Ia belajar siang malam, menulis esai dengan penuh ketulusan, dan mengatur strategi untuk setiap tahap seleksi. Bahkan, ia pernah begadang selama dua minggu penuh untuk mempersiapkan wawancara dan dokumen.
Kartu pelajar Marianna Caryna Kono (Instagram/@carynkno)
Dari menulis, riset, hingga latihan mock interview, semua dilakukan dengan tekun tanpa bimbingan profesional. Akhirnya, kerja keras itu terbayar. Caryna dinyatakan lolos LPDP dan resmi diterima di University College London, jurusan Materials for Energy and Environment.
Asal-usul bukan penghalang buat bermimpi besar, bukan juga soal privilege, tapi tentang keberanian untuk mulai walau dari titik nol.
Jadi, buat kamu yang lagi berjuang nyiapin beasiswa, ingat aja mungkin prosesnya berat, tapi hasilnya bisa seindah London di pas lagi musim gugur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@schoters