Momen wisuda Abdul Gawi (unram.ac.id)
INDOZONE.ID - Banyak mahasiswa sering merasa lelah di tengah perjuangan kuliah, tapi kisah Abdul Gawi dari Universitas Mataram (Unram) membuktikan semangat gak pernah bisa dibatasi oleh kondisi fisik.
Mahasiswa penyandang disabilitas tunanetra dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris ini, wisuda tepat waktu dengan hasil memuaskan. Keberhasilannya membungkam anggapan kalau keterbatasan fisik atau mental adalah penghalang prestasi.
Baca juga: Dari Gaza ke Bandung: Kisah Muawia Alzamli Menyalakan Harapan di Tengah Kehancuran
Di tengah dunia kampus yang penuh tantangan, Gawi menjalani perkuliahan dengan konsisten. Ia mengikuti setiap proses akademik seperti mahasiswa lainnya, mulai dari ujian, tugas, hingga penelitian dengan dukungan teknologi bantu dan tekad kuat.
Keberhasilan Abdul Gawi bukan hanya kebanggaan pribadi, tapi jadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika Unram. Ia memperlihatkan kalau kesungguhan dan niat belajar bisa melampaui segala keterbatasan.
Dalam berbagai kesempatan, Gawi dikenal sebagai sosok yang aktif dan optimis, bahkan sering membantu teman-temannya memahami materi kuliah.
Capaian ini juga menjadi simbol perubahan positif di dunia pendidikan tinggi. Universitas Mataram membuktikan komitmennya untuk terus mengembangkan sistem pendidikan yang inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas.
Gak hanya menyediakan fasilitas pendukung, tapi juga membangun kesadaran, bahwa mahasiswa difabel memiliki potensi yang sama untuk berprestasi.
Kisah Gawi membuka mata banyak pihak, bahwa inklusivitas gak boleh berhenti di bangku kuliah. Dunia kerja dan lembaga pemerintahan perlu memberikan ruang yang sama bagi penyandang disabilitas untuk berkarya sesuai kemampuan mereka.
Sudah ada kuota khusus bagi tenaga kerja difabel, namun implementasinya masih perlu diperluas agar mereka benar-benar diberi kesempatan nyata.
Pemberian ruang dan akses ini akan menciptakan lingkungan kerja yang lebih beragam dan produktif. Dengan keterampilan yang dimiliki, para penyandang disabilitas justru bisa memberi perspektif baru dalam memecahkan masalah dan menghadirkan inovasi sosial.
Nah, setelah baca kisah dari Abdul Gawi ini, apa kamu masih gak semangat untuk terus mengejar mimpimu?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unram.ac.id