Momen Wisuda ISI Surakarta (Instagram/@senimurni_isiska)
INDOZONE.ID - Saat sebagian besar kampus di Indonesia masih identik dengan toga hitam dan jubah panjang saat melaksanakan wisuda, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta justru tampil beda.
Alih-alih mengikuti gaya seremonial barat, kampus seni ini memilih untuk merayakan momen kelulusan dengan balutan busana adat Jawa lengkap dengan beskap, jarik, dan kebaya.
Baca juga: Momen Unik! Wisuda Ke-132 ITS Jadi Panggung Ekspresi Para Lulusan
Pemandangan ini langsung menarik perhatian warganet setelah video wisuda ISI Surakarta beredar di media sosial. Dalam video itu, para wisudawan tampak duduk rapi di pendopo besar, mengenakan pakaian tradisional dengan aura sakral yang kuat, tanpa satu pun toga yang terlihat.
Prosesi wisuda ISI Surakarta digelar di pendopo megah, lengkap dengan dekorasi bernuansa klasik dan iringan gamelan yang lembut. Alih-alih suasana formal khas auditorium modern, upacara ini memadukan adat Jawa dengan semangat akademik.
Para mahasiswa laki-laki mengenakan beskap dan blangkon, sementara wisudawati tampil anggun dalam kebaya dan sanggul klasik.
Bukan sekadar gaya, pilihan ini mencerminkan filosofi kampus seni yang menjunjung tinggi budaya lokal.
ISI Surakarta dikenal sebagai kampus yang menanamkan nilai pelestarian seni dan tradisi dalam setiap langkah akademiknya termasuk dalam momen paling bersejarah, yaitu wisuda.
Unggahan video tersebut langsung menuai komentar positif. Banyak yang menilai kalau konsep wisuda ini terasa lebih hangat, sakral, dan membumi dibandingkan dengan prosesi toga biasa.
Beberapa warganet mengungkapkan kekaguman atas keberanian kampus mempertahankan identitas budaya di tengah arus modernisasi.
Bahkan, gak sedikit alumni yang mengaku bangga pernah merasakan atmosfer wisuda seperti itu meskipun mengenakan pakaian adat di tengah cuaca tropis memang butuh perjuangan tersendiri.
Konsep wisuda khas ISI Surakarta ini bukan hanya tentang estetika, tapi juga salah satu bentuk pendidikan karakter dan kebanggaan budaya.
Baca juga: Viral, Mahasiswi Ini Dapat Hadiah Keris Pas Wisuda
Dalam setiap detailnya dari tata busana, tata rias, hingga tata ruang semuanya mengandung nilai filosofi, dimana ilmu dan budaya bisa berjalan beriringan. Tradisi yang dilakukan ISI Surakarta membuktikan kalau modernitas ak harus meninggalkan akar budaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@senimurni_isiska