Event Level Up KL 2025 (Instagram/@binusgat)
INDOZONE.ID - Francisco Maruli Panggabean, S.Kom., M.T.I., dosen Universitas Bina Nusantara (BINUS) berhasil menorehkan prestasi di kancah internasional, dengan menjadi pembicara pada konferensi game internasional Level Up KL 2025 di Malaysia.
Event bergengsi yang berlangsung pada 6 sampai 9 Oktober 2025 ini diselenggarakan oleh Malaysia Digital Economy Corporation (MDEC) dan dikenal sebagai konferensi pengembang game terbesar di Asia Tenggara.
Baca juga: Dari Tambak ke Teknologi: Kisah Dosen BINUS yang Ubah Inovasi Lokal Jadi Dampak Global
Menariknya, konferensi ini juga menghadirkan para pelaku industri global, termasuk perwakilan dari PlayStation, merek konsol game paling populer di dunia.
Dalam kesempatan itu, Francisco menjadi pembicara pada panel diskusi bertema “Game Education for the Next Generation: Technology, Pedagogy and Psychology.”
Topik ini membahas bagaimana pendidikan di bidang game development perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, pendekatan pembelajaran kreatif, dan pemahaman psikologi pemain.
Partisipasi BINUS di ajang ini bukan hanya bentuk pengakuan atas kualitas akademiknya, tapi menunjukkan kalau pendidikan teknologi dan game di Indonesia sudah sejajar dengan standar global.
Di hadapan para developer internasional, akademisi, dan profesional industri, kehadiran dosen BINUS menjadi representasi kalau talenta digital Indonesia siap bersaing di level dunia.
LEVEL UP KL adalah ajang tahunan yang mempertemukan ribuan peserta dari berbagai negara di kawasan Asia dan dunia.
Acara ini mencakup konferensi, pameran, sesi diskusi, hingga kompetisi game showcase yang menampilkan karya inovatif dari para pengembang game muda.
Tahun ini, fokus utama Level Up KL adalah pada kolaborasi lintas sektor antara pendidikan, teknologi, dan industri hiburan interaktif.
Kehadiran akademisi seperti Francisco Panggabean memberi warna baru pada diskusi yang biasanya didominasi oleh pelaku industri komersial.
Keterlibatan BINUS University di ajang internasional ini menjadi langkah penting untuk memperluas jaringan kolaborasi global, khususnya bagi mahasiswa jurusan Game Application and Technology (GAT).
Melalui hubungan yang terjalin dengan perusahaan seperti PlayStation dan pengembang lain di kawasan ASEAN, mahasiswa berpeluang mendapatkan akses pada program magang (internship), riset bersama, hingga pertukaran pengetahuan industri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@binusgat