Nathania, mahasiswi FK UNAIR (fk.unair.ac.id)
INDOZONE.ID - Nathania, mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) berhasil mencetak sejarah sebagai salah satu mahasiswi termuda Indonesia yang tampil di ajang ilmiah bergengsi dunia, World Congress of Neurology (WCN) 2025 di Seoul, Korea Selatan.
Dengan semangat dan kemampuan akademik yang luar biasa, Nathania membuktikan kalau kontribusi ilmiah gak mengenal usia. Ia berhasil membawa nama Indonesia dalam forum yang dihadiri para ahli saraf dan neurologi dari berbagai belahan dunia.
Dalam ajang yang menjadi tempat berkumpulnya ratusan pakar neurologi, Nathania tampil percaya diri membawakan presentasi berjudul tuberculous, meningitis, dan stroke.
Di hadapan panelis internasional, ia menjelaskan hasil risetnya dengan struktur yang rapi, data akurat, dan penguasaan topik yang mengesankan. Penampilan ini menunjukkan bagaimana kemampuan akademik dan kesiapan mental seorang mahasiswi muda menghadapi dunia ilmiah global.
Banyak peserta forum terinspirasi oleh keberanian Nathania yang mampu berdiri sejajar dengan peneliti dan profesor dari berbagai negara.
Prestasi Nathania di WCN 2025 membuka banyak peluang baru. Dalam forum tersebut, ia berkesempatan bertemu langsung dengan Prof. Wolfgang Grisold, Presiden World Federation of Neurology.
Serta berdiskusi bersama Prof. Tissa Wijeratne dari University of Melbourne serta Prof. Christopher Chen dari National University of Medicine.
Interaksi ini memberi pengalaman berharga untuk memperluas wawasan akademik sekaligus membangun jejaring internasional.
Bagi mahasiswa kedokteran, kesempatan seperti ini adalah jembatan penting untuk memahami bagaimana kolaborasi ilmiah global terbentuk sesuatu yang jarang bisa didapat di usia awal perkuliahan.
Keikutsertaan Nathania menjadi kebanggaan pribadi, dan membawa nama FK UNAIR di kancah internasional. Prestasi ini menegaskan posisi UNAIR sebagai salah satu kampus dengan daya saing global, terutama di bidang kedokteran dan riset neurologi.
Keberhasilan Nathania juga menjadi bukti kalau mahasiswa Indonesia punya potensi besar untuk bersaing dalam riset dan publikasi ilmiah internasional.
Dengan semangat eksplorasi dan dedikasi tinggi, generasi muda bisa ikut berkontribusi dalam kemajuan ilmu kedokteran dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Fk.unair.ac.id