Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Jumat, 07 NOVEMBER 2025 • 17:40 WIB

Mahasiswa FH Universitas Airlangga Raih Tiga Penghargaan di Gadjah Mada Law Competition 2025

Mahasiswa FH Universitas Airlangga Raih Tiga Penghargaan di Gadjah Mada Law Competition 20252 Tim UNAIR (unair.ac.id)

INDOZONE.ID - Delegasi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Airlangga (UNAIR) mencatat prestasi gemilang dalam ajang Gadjah Mada Law Competition (GMLC) 2025. Dua tim dari fakultas ini berhasil membawa pulang tiga penghargaan sekaligus.

Dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada ini, Tim Megamendung berhasil meraih Juara 1 sekaligus penghargaan Berkas Legal Opinion Terbaik.

Baca juga: Mahasiswa FK UNAIR Tembus Forum Neurologi Dunia, Bukti Anak Muda Bisa Bersaing di Level Global!

Tim Megamendung terdiri dari Akhmad Revan Satwika sebagai ketua, Dewangga Putra Prayoga sebagai anggota, dan Keisha Pramudhita Bernadi sebagai official.

Sedangkan Tim Bebekan, beranggotakan Raymond Tjionardes (ketua), Cornellius Matthew Wijono (anggota), dan Moch Iqbal Maulana (official), meraih Juara 3 dalam kategori Strategi Analisis dan Argumentasi Hukum. 

Pencapaian Tim Megamendung

Tim Megamendung memilih isu pertanggungjawaban korporasi dalam insiden pengeboran minyak dan gas sebagai tema Legal Opinion mereka.

kami berusaha meyakinkan dewan juri bahwa saran hukum yang kami tawarkan tidak hanya teoritis, tapi juga bisa diimplementasikan di dunia nyata,” jelas Revan sebagai ketua tim, seperti yang dilansisr dari laman resmi UNAIR pada Jumat (7/11/2025). 

Persiapan yang mereka lakukan mulai dari menggabungkan riset akademik dengan praktik, melakukan konsultasi dengan akademisi dan praktisi hukum lingkungan untuk memperkuat argumen yang dibentangkan.

Tantangan dan Keunggulan Tim Bebekan

Tim Bebekan, walaupun meraih Juara 3, mereka menunjukkan performa kompetitif yang kuat. Mereka mengangkat tema serupa yaitu pengeboran minyak dan blow-out dalam konteks hukum.

motivasi kami sederhana, ingin mencoba atmosfer baru dan mengukur seberapa jauh kerja keras kami bisa menghasilkan prestasi,” ungkap Raymond

Meski sempat mendapat pengurangan poin akibat format dokumen saat tahap pemberkasan, keunggulan presentasi mereka tetap diakui. Cornellius Matthew juga menjelaskan kalau nilai presentasi mereka bahkan menjadi yang tertinggi di luar penilaian berkas.

Keunggulan yang Gak Hanya di Satu Aspek

Keberhasilan ini menunjukkan kalau mahasiswa gak hanya unggul dalam aspek akademik konvensional, tetapi juga dalam kompetensi debat dan argumentasi hukum berbasis aktual.

Baca juga: Tim MTAF Impact ITB Juara 1 Hackathon BI-OJK 2025 dengan Solusi AI untuk Ekspor UMKM

Selain itu melalui program pelatihan debat, penulisan hukum, dan simulasi kompetisi yang konsisten, kampus menyediakan jalur yang kuat bagi mahasiswa untuk mengaktualisasikan kompetensi mereka di luar ruang kelas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Unair.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mahasiswa FH Universitas Airlangga Raih Tiga Penghargaan di Gadjah Mada Law Competition 2025

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!