Ilustrasi mahasiswa membuat daftar kegiatan harian (freepik)
INDOZONE.ID - Kehidupan sebagai mahasiswa diwarnai dengan berbagai tumpukan tugas, deadline, praktikum, ujian, dan lainnya. Gak heran kalau banyak mahasiswa yang kewalahan dan sulit produktif.
Menjadi seorang mahasiswa itu bukan hanya sekadar datang kuliah dan mengerjakan tugas. Banyak hal kecil lain yang jarang disadari tapi bisa memengaruhi produktivitas dan kualitas belajar.
Untuk jadi mahasiswa produktif bukan suatu hal yang sulit, kamu hanya perlu konsisten melakukan kebiasan-kebiasan kecil. Hingga akhirnya kebiasaan ini bisa berdampak kepada aktivitas perkuliahan yang jadi lebih baik.
Mau tahu apa aja sih kebiasaan-kebiasaan kecil yang bisa berdampak baik pada aktivitas perkuliahan? intip penjelasannya di bawah ini.
Baca juga: UPI Membuat Inovasi Sampah Organik Jadi Telur Omega Super Melalui Program MoMA
Kebiasaan pertama yang bisa meningkatkan produktivitas adalah bangun pagi dan membuat to-do-list. Kamu bisa meluangkan waktu 5 menit untuk membuat daftar apa saja kegiatan yang akan kamu lakukan. Sehingga tau apa yang akan dilakukan, mengapa, dan dimana.
Dengan mengetahui kegiatan atau tugas apa yang ingin dikerjakan di hari tersebut, kamu jadi tahu mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Ini bisa membantu untuk mengurangi kecemasan dan menghilangkan kebingungan, karena arahnya jelas.
Kalau diingat-ingat, seberapa sulit kamu bisa fokus belajar dalam waktu yang lama? jika kamu orang yang seperti ini, cobalah gunakan teknik pomodoro.
Teknik ini dikembangkan oleh Francesco Cirillo, yang membantu waktu kerja jadi 25 menit (disebut pomodoro) dengan jeda 5 menit. Setelah empat kali 25 menit, kamu bisa jeda lebih lama yaitu 15 - 30 menit.
Beberapa manfaat bisa dirasakan dari menggunakan teknik ini, mulai dari meningkatkan konsentrasi, mencegah kelelahan, dan berkomitmen untuk satu fokus tugas. Selain itu, teknik ini bisa melatih otak untuk bisa pertahankan fokus lebih lama.
Baca juga: Unhas Kerahkan Penuh Dokter Spesialis, Jamin Penanganan Medis Korban Bencana Optimal
Banyak orang merasa kalau multitasking merupakan tanda produktivitas tinggi. Padahal, task-switching cepat bisa mengurangi efisiensi sehingga bisa meningkatkan kemungkinan kesalahan, dan butuh waktu lama untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut.
Dibandingkan mengerjakan banyak hal dalam satu waktu, cobalah fokus terlebih dahulu ke satu kerjaan sampai selesai. Dengan perhatian penuh ke satu tugas, kualitas pekerjaan pun bisa meningkat bahkan selesai lebih cepat.
Istirahat cukup adalah kunci untuk produktif dalam jangka panjang. Belajar atau mengerjakan tugas tanpa henti itu bisa menurunkan kualitas pekerjaan, hingga menyebabkan burnout. Istirahat ini juga bisa mengembalikan energi, hingga meningkatkan konsentrasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Poltekbangplg.ac.id