Ilustrasi mahasiswa sedang skripsi (Freepik)
INDOZONE.ID - Plagiarisme merupakan hal paling dihindari ketika sedang menyusun skripsi, baik sengaja maupun tidak disengaja.
Tindakan plagiarisme adalah praktek kejahatan pelanggaran hak cipta, sehingga sangat fatal jika dilakukan oleh mahasiswa, dosen, atau tenaga kependidikan. Jika terus dilakukan dan ketahuan, orang yang plagiat akan terkena sanksi.
Setiap kampus memiliki standar plagiarisme, tapi secara umum berdasarkan ketentuan kementerian yaitu maksimal 25 persen.
Dalam menghindari plagiarisme memang seringkali tricky, bisa saja yang sudah kamu parafrase masih terdeteksi plagiat.
Oleh karena itu, sebagai mahasiswa yang sedang menyusun skripsi penting banget untuk tahu tips menghindarinya. Bukan sekadar formalitas, melainkan untuk membuktikan bahwa penelitian kamu bersifat original.
Baca juga: Sama-sama Punya Fakultas Kedokteran, Mana yang Lebih Unggul Antara IPB dan UPI?
Langkah pertama yang paling mudah untuk menghindari plagiarisme adalah parafrase. Kamu perlu merubah penyusunan kalimat yang akan ditulis tanpa merubah makna atua gagasan isinya.
Ini merupakan cara paling mudah dan pertama untuk dilakukan saat mengutip dari sumber lain.
Penggunaan referensi atau sumber sebagai rujukan dalam skripsi itu penting banget, karena berfungsi untuk memperkuat penelitian yang sedang dikerjakan. Namun, penulis wajib mencantumkan sitasi dalam setiap argumen atau sejenisnya.
Ini juga berlaku untuk kamu yang melakukan parafrase, selama apa yang kamu tulis tersebut mirip atau tidaknya dari sumber lain.
Baca juga: Tim Unair Sukses Bantu Kelahiran Bayi di Aceh Tamiang Meski Minim Listrik dan Alat
Untuk memperkuat gagasan yang disampaikan penulis, cobalah lakukan interpretasi sumber lain untuk bahan pembanding. Ibaratnya, jika terdapat penulis berargumen pro, maka hadirkan argumen kontra dari gagasan tersebut.
Cara ini memang agak rumit karena harus mencari detail sumber yang berbeda tersebut. Sebab itu, banyak orang yang melakukan hanya seperlunya saja supaya tidak keluar dari konteks penelitian.
Banyak orang melakukan plagiarisme karena sudah bingung mau nulis apa lagi dalam penelitiannya atau sedang stuck. Untuk menghindari hal ini, kamu bisa banyak membaca mengenai topik yang diangkat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Teknik.unpas.ac.id, Editage.id