Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Rabu, 17 DESEMBER 2025 • 17:15 WIB

UNDIP Kirim Teknologi Penjernih Air Bersih ke Sumatra Barat, Bisa Layani 5.000 Orang per Hari

UNDIP Kirim Teknologi Penjernih Air Bersih ke Sumatra Barat, Bisa Layani 5.000 Orang per HariBantuan UNDIP ke wilayah bencana Sumatera Barat (undip.ac.id)

INDOZONE.ID - Universitas Diponegoro (UNDIP) mengirimkan teknologi air bersih ke wilayah terdampak bencana di Sumatra Barat (Sumbar). 

Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo resmi mengirimkan mesin penjernih air tahap awal, sebagai respons untuk kebutuhan mendesak warga terdampak bencana terhadap sanitasi dan air bersih. Berdasarkan observasi di lapangan, air bersih jadi kebutuhan paling penting selain medis.

“Berdasarkan simpulan di lapangan, kebutuhan air bersih menjadi sangat krusial. Karena itu, hari ini UNDIP mengirimkan mesin penjernih air ke Sumatera Barat, dan ke depan tidak menutup kemungkinan akan kami distribusikan pula ke Aceh dan Sumatera Utara,” ujar Prof. Suharnomo.

"Ini bagian dari komitmen UNDIP yang menyeluruh tidak hanya membantu pemulihan fisik dan kesehatan masyarakat, tetapi juga memastikan mahasiswa terdampak bencana tetap dapat melanjutkan studinya melalui pembebasan UKT dan dukungan biaya hidup,” sambungnya.

Baca juga: Anti-Stres Penolakan Judul Skripsi: Kuasai 7 Kesalahan Fatal yang Harus Dihindari Mahasiswa

Terdapat 2 Jenis Mesin

Perwakilan tim Innovator, Prof. Dr. I Nyoman Widiasa, menyebut bahwa teknologi yang dikirim ada dua jenis mesin, yakni mesin berkapasitas besar dan kecil. 

Mesin besar bisa mengolah air 100 - 120 meter kubik per hari atau 100.000-120.000 liter per hari. Air dengan jumlah tersebut bisa melayani sekitar 5.000 orang per hari. Lalu, mesin kecil memiliki kapasitas 2 - 5 meter kubik atau sekitar 2.000 - 5.000 liter untuk 250 orang per hari.

Mesin kecil ini memang dirancang untuk bisa menjangkau daerah terpencil dengan keterbatasan akses distribusi, serta diletakan di posko.

“Mesin ini mengolah air keruh akibat banjir menjadi air bersih yang dapat digunakan untuk kebutuhan sanitasi. Ke depan, sistem ini akan dikembangkan untuk menghasilkan air siap minum. Harapannya, teknologi ini dapat diperbanyak menjadi unit-unit yang lebih luas sehingga kesiapsiagaan kita dalam menghadapi bencana semakin baik,” jelas Prof. Nyoman.

Baca juga: Unhas Kerahkan Penuh Dokter Spesialis, Jamin Penanganan Medis Korban Bencana Optimal

Bekerja Sama dengen Politeknik Negeri Padang

UNDIP bekerja sama dengan Politeknik Negeri Padang agar mencari lokasi tepat untuk distribusi air. Distribusi air bakal dilakukan dengan mobil tangki air ke masyarakat yang membutuhkan. Pengiriman mesin ini didukung lewat pendanaan UNDIP dan skema kebencanaan dari Diktisaintek.

Pengiriman satu unit mesin pada tahap awal langsung dikirim ke Padang melalui jalur darat. Sementara itu, mesin lainnya sedang dalam proses penyelesaian, yang direncanakan menyusul ke beberapa wilayah terdampak bencana.

Sampai saat ini, UNDIP sudah mengirimkan dua gelombang tim relawan pada 2 Desember 2025 dan 10 Desember 2025. Tim UNDIP terdiri dari tenaga medis, dokter, paramedis, psikologi, dan trauma healing.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Undip.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

UNDIP Kirim Teknologi Penjernih Air Bersih ke Sumatra Barat, Bisa Layani 5.000 Orang per Hari

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!