Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Minggu, 11 JANUARI 2026 • 12:40 WIB

Tak Lagi Bergantung Hasil Impor, UNS Hadirkan Inovasi Nano-Hidroksiapatit dari Limbah Tulang Ikan

Tak Lagi Bergantung Hasil Impor, UNS Hadirkan Inovasi Nano-Hidroksiapatit dari Limbah Tulang IkanPengembangan bubuk nano-hidroksiapatit (nHA) berbasis limbah tulang ikan UNS pada forum Business Matching Inovasi, Hilirisasi, dan Penggunaan Produk Alat Kesehatan Lokal (uns.ac.id)

INDOZONE.ID - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menggelar forum bertajuk Business Matching Inovasi, Hilirisasi, dan Penggunaan Produk Alat Kesehatan Lokal yang digelar di Jakarta pada penghujung 2025 silam.

Acara ini digelar sebagai bentuk upaya mendukung hasil riset para peniliti, agar manfaatnya dapat segera direalisasikan di tengah-tengah masyarakat serta mendukung inovasi alat kesehatan buatan anak bangsa.

Pihak Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta hadir sebagai salah satu perwakilan inovasi yang diunggulkan, melalui hasil karyanya yang dipresentasikan lewat pengembangan bubuk nano-hidroksiapatit (nHA) hasil dari limbah tulang ikan.

“Limbah tulang ikan yang selama ini dianggap sampah industri perikanan, ternyata memiliki komposisi mineral yang sangat mirip dengan hidroksiapatit alami tulang manusia. Melalui proses hidrotermal dan kalsinasi terkendali, kami berhasil mengonversinya menjadi bubuk nano berukuran 20-50 nm dengan kemurnian tinggi, bioaktivitas optimal, dan biaya produksi kompetitif,” ujar Guru Besar Bidang Ilmu Rekayasa Akuator dan Material Cerdas dari Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik UNS, Prof. Ubaidillah.

Baca juga: Inovasi Canggih Mahasiswa ITS! Deteksi Dini TBC Cukup Lewat Rekaman Suara Batuk Berbasis AI

Gebrakan inovasi ini juga sejalan dengan prinsip circular economy dan waste-to-value yang mereka usung, sekaligus menjadi jawaban atas permasalahan yang dialami Indonesia.

Menurutnya, Indonesia sangat bergantung terhadap pemakaian biomaterial ortopedi impor, dengan skala besar hingga lebih dari 90%.

Melalu sederet metode uji karakterisasi seperti XRD, FTIR, TEM, SEM, dan PSA, hasil riset menunjukkan material yang dikembangkan telah memenuhi standar internasional untuk aplikasi implant.

Forum ini menjadi wadah bagi tim peniliti UNS dalam membuka peluang untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari industri alat kesehatan, rumah sakit rujukan, hingga UMKM presisi logam di Provinsi Jawa Tengah.

Baca juga: Calesta Adinda, Mahasiswa Unila yang Berhasil Menyabet Penghargaan ICMBHS 2025 Melalui Penelitian Logam Berat

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu dalam pengembangan prototipe teknologi dry-powder spray coating, yaitu metode pelapisan implan berbasis nano-hidroksiapatit (nHA) yang saat ini sedang gencar dikembangkan di bidang kesehatan melalui berbagai riset.

“Peneliti wirausaha seperti Prof. Ubaidillah inilah yang dibutuhkan, agar inovasi benar-benar sampai ke pasar dan memberi manfaat langsung bagi pasien,” tutup Direktur Ketahanan Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Jeffri Ardiyanto.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Uns.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Tak Lagi Bergantung Hasil Impor, UNS Hadirkan Inovasi Nano-Hidroksiapatit dari Limbah Tulang Ikan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!