Kristofora Karolina Kewa (muhammadiyah.or.id)
INDOZONE.ID - Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) menjadi salah satu pilihan perguruan tinggi pilihan berbagai mahasiswa dengan latar belakang agama dari daerah yang berbeda.
Beberapa mahasiswa memilih UMMAD sebagai pilihan kampusnya karena didukung oleh nilai-nilai moderasi yang mereka junjung.
Sebagai perguruan tinggi, UMMAD menerapkan nilai inklusif dan toleran dalam lingkungan kampus.
Sehingga, semua mahasiswa dari berbagai suku, budaya, dan agama dapat mengenyam pendidikan di kampus ini.
Baca juga: Mengabdi Lewat Pendidikan: Peran Dr. Nur Subekti dalam Mendirikan Prodi Pendidikan Jasmani UMS
Nilai yang mereka junjung tersebut membuahkan lulusan terbaik pada wisuda yang digelar akhir bulan Desember lalu.
Mahasiswi lulusan terbaik tersebut adalah Kristofora Karolina Kewa atau akrab dipanggil Olin. Ia berasal dari Nusa Tenggara Timur dengan latar agama Katolik.
Menurut laman resmi Muhammadiyah, Olin mengaku merasa diterima dengan baik di kampus yang berlandaskan agama Islam ini. Ia tidak pernah mengalami perlakuan negatif, baik dari dosen maupun sesama mahasiswa.
Pada awalnya, Olin merasa canggung saat pertama kali belajar mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Namun, seiring berjalannya waktu, ia dapat beradaptasi dengan kurikulum seperti itu.
Baca juga: Ringankan Beban Warga, Mahasiswa Unhas Kirim Paket Sembako ke Lokasi Banjir di Sumatra
Menurutnya, dua mata kuliah tersebut lebih memfokuskan pada nilai moral, etika, dan toleransi yang relevan bagi seluruh kalangan mahasiswa dengan latar belakang agama yang berbeda.
Sebelum itu, Olin memiliki impian berkuliah di bidang keprawatan dan kebidanan, namun karena terkendala ekonomi dan tidak tersedianya jenjang S1 yang ia inginkan membuatnya memutuskan untuk mencari opsi lain dalam memilih perguruan tinggi.
Pilihan terakhir jatuh pada UMMAD. Ia langsung memantapkan pilihannya saat mengetahui perguruan tinggi tersebut menawarkan program studi Administrasi Kesehatan. Program studi tersebut cocok dengan minat, kemampuan, dan rencana karier masa depannya di bidang kesehatan.
Olin membuktikan keberhasilan studinya dengan meraih IPK 3,79 dan menjadi wisudawan dengan IPK tertinggi di antara tiga lulusan terbaik lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Muhammadiyah.or.id