Mahasiswa IPB memperkenalkan Jadam Sulfur di desa Cikondang (ipb.ac.id)
INDOZONE.ID - Tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University, memperkenalkan Jadam Sulfur, inovasi fungisida organik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Hal ini berangkat dari cuaca hujan, di mana tantangan serangan jamur pada tanaman sering kali menjadi masalah serius bagi petani karena biaya pengendaliannya yang cukup menguras kantong.
Baca juga: Inovasi Roti Sehat Sourdough Jadi Kunci Kemenangan Mahasiswi UB di UMi Youthpreneur 2025
Melihat kondisi tersebut, tim KKNT IPB hadir membawa solusi bagi para petani di Desa Cikondang, Kabupaten Cianjur.
Jadam Sulfur merupakan teknologi yang diadaptasi dari konsep asal Korea Selatan bernama Jayonul Damun Saramdul.
Prinsip utama dari metode tersebut adalah mengutamakan biaya yang murah, bahan yang gampang ditemukan, serta kemudahan bagi petani untuk memproduksinya secara mandiri.
Selain hemat secara ekonomi, penggunaan Jadam Sulfur juga dinilai lebih aman bagi kesehatan tanah karena meminimalkan residu kimia berbahaya jika dibandingkan dengan fungisida sintetis.
Baca juga: 6 Tips Jitu Kuliah Hemat dan Produktif: Tetap Kuliah Meski Dana Terbatas
Ketua Kelompok Tani Giritani 05, Alwi Mughni, menyambut positif kehadiran inovasi ini.
“Kami sering kewalahan saat musim hujan karena penyakit jamur cepat menyebar dan biaya obat cukup mahal. Materi jadam sulfur ini sesuai dengan kondisi yang kami alami dan bisa jadi solusi yang lebih terjangkau,” ungkapnya.
Erti Yulianti, selaku Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) di Desa Cikondang, menambahkan bahwa kunci keberhasilan penggunaan fungisida terletak pada ketepatan dosis dan cara pengaplikasiannya.
“Jika diaplikasikan dengan benar, fungisida ini dapat membantu petani mengendalikan penyakit tanaman secara efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Baca juga: Inovasi "Kumbung Cerdas" ITS Dongkrak Produksi Jamur di Nganjuk Hingga Dua Kali Lipat
Ia berharap dengan adanya pendampingan dari mahasiswa IPB, para petani dapat terus menerapkan cara tersebut secara konsisten agar produktivitas lahan tetap terjaga dengan cara yang lebih ekonomis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ipb.ac.id