UPER kembangkan AI BiCaps-DBP (universitaspertamina.ac.id)
INDOZONE.ID - Dr. Meredita Susanty, M.Sc., dosen Ilmu Komputer Universitas Pertamina (UPER), mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) bernama BiCaps-DBP.
Teknologi tersebut dirancang melalui kolaborasi riset internasional untuk membantu ilmuwan mengidentifikasi protein pengikat DNA (DBPs) lebih efisien.
Baca juga: Mahasiswa S2 UNM Kembangkan "Finture," Aplikasi Berbasis AI yang Cerdas Mengelola Keuangan UMKM
Hal ini berangkat dari penyakit kronis, seperti kanker dan autoimun yang masih menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat di Indonesia.
Protein DBPs memiliki peran vital dalam mengatur aktivitas gen dan memperbaiki kerusakan DNA. Jika fungsi protein terganggu, risiko munculnya penyakit serius akan meningkat.
Masalahnya, tubuh manusia memiliki jutaan jenis protein, sehingga pencarian manual di laboratorium bisa memakan waktu belasan tahun dan biaya yang sangat mahal.
Baca juga: UKM Kembangkan Protokol Diseksi Tulang Belakang untuk Penyembuhan Penyakit Slip Disc
BiCaps-DBP hadir sebagai penyaring otomatis yang mempersempit daftar protein potensial untuk diteliti lebih lanjut.
“Hasilnya, BiCaps-DBP mampu meningkatkan akurasi prediksi hingga 1,05 persen–5,79 persen dibandingkan metode sebelumnya, sehingga lebih presisi dalam menyaring kombinasi protein yang layak untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium,” tutur Dr. Meredita.
Berkat pencapaian yang diraih, hasil riset berhasil diterbitkan dalam jurnal internasional ternama, Computers in Biology and Medicine.
Baca juga: Riset Viroterapi Mahasiswi Universitas Negeri Malang Ini Jadi Harapan untuk Terapi Kanker
Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., menekankan bahwa riset tersebut adalah bukti nyata kontribusi ilmu komputer dalam menyelesaikan masalah kesehatan global.
“Pembelajaran di Program Studi Ilmu Komputer kami arahkan agar tidak berhenti pada aspek teknis, tetapi mampu menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ungkap Wawan.
Meskipun tidak menggantikan laboratorium fisik, teknologi AI ini menjadi lompatan besar dalam mempercepat penemuan obat-obatan di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Universitaspertamina.ac.id