Ilustrasi mahasiswa jurusan seni (Freepik)
INDOZONE.ID - Banyak anak memiliki minat besar pada jurusan seni, seperti musik, desain, tari, teater, atau seni rupa. Akan tetapi, keinginan tersebut sering kali dilarang orang tua.
Larangan orang tua biasanya bukan karena tidak sayang, melainkan banyak berbagai kekhawatiran tentang masa depan anak.
Berikut lima alasan mengapa orang tua melarang anaknya untuk melanjutkan pendidikan di bidang seni.
Baca juga: Pendidikan Inklusif: Mewujudkan Hak Belajar Setara Tanpa Diskriminasi
Banyak orang tua belum benar-benar mengerti, bahwa seni juga merupakan bidang ilmu yang dipelajari secara akademis.
Kebanyakan dari mereka menganggap seni hanya sebatas hobi atau bakat alami yang tidak perlu diperdalam di perguruan tinggi.
Akibat cara pandang tersebut, jurusan seni sering dinilai tidak sepenting jurusan lain yang dianggap lebih ilmiah dan terstruktur.
Sebagian orang tua takut anaknya akan kesulitan mencari pekerjaan setelah lulus dari jurusan seni.
Profesi di bidang kreatif sering kali dianggap tidak memiliki jalur karier yang jelas dan penghasilannya tidak tetap.
Mereka lebih menyarankan anak untuk memilih jurusan yang terlihat lebih menjanjikan secara ekonomi.
Baca juga: Mahasiswa Itera Ubah Limbah Tongkol Jagung Jadi Briket Bernilai Ekonomi
Pekerjaan di sektor seni sering dipandang lebih bergantung pada sebuah proyek dan popularitas.
Orang tua membayangkan anak harus hidup dengan pendapatan yang naik turun tanpa jaminan masa depan.
Pandangan ini membuat mereka takut dan merasa jurusan seni terlalu berisiko dibandingkan bidang lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ruangguru.com