INDOZONE.ID - Tekknologi dan kecerdasan buatan (AI) bergerak makin cepat berkembang sehingga mulai mengambil alih berbagai peran manusia.
Dalam situasi ini, mengandalkan ijazah atau nilai akademik bagus tidak menjamin masa depan mahasiswa cerah. Oleh sebab itu, kamu perlu memiliki keahlian tertentu.
Berikut lima alasan mengapa mahasiswa harus mempunyai keahlian yang dikuasai.
Baca juga: Melihat Keahlian Prof Muhammad Farchani Rosyid, Guru Besar UGM Bidang Fisika Punya Hobi Melukis
Dunia kerja saat ini cenderung memilih kandidat dengan kemampuan praktis, sehingga bisa langsung bekerja tanpa harus dilatih dari dasar lagi.
Meskipun teori di kampus termasuk penting, pengalaman yang pernah didapat serta kemampuan spesifik, akan membuat kamu tampak menonjol di mata perekrut.
Maraknya AI sudah terintegrasi dalam berbagai aspek bisnis, mulai dari layanan pelanggan hingga sistem analisis data. Pekerjaan yang bersifat administratif dan rutin mulai tergantikan oleh AI.
Agar tetap relevan, mahasiswa perlu menguasai keahlian yang sulit ditiru AI, seperti kreativitas dan pemecahan masalah, atau mendalami bidang yang mendukung perkembangan teknologi tersebut.
Baca juga: Lawan Kanker dan Autoimun, Peneliti UPER Ciptakan AI Pendeteksi Kerusakan DNA
Dengan adanya sistem kerja jarak jauh (remote work), kompetitor kamu bukan hanya sebatas teman kelas, melainkan talenta berbakat dari seluruh dunia, termasuk dari India hingga Eropa.
Siapa pun yang memiliki keterampilan mumpuni, bisa bersaing di pasar global tanpa terbatas oleh lokasi geografis.
Kabar baiknya, kamu tidak perlu lagi mengeluarkan biaya mahal untuk mengikuti kursus tertentu dan tidak ada alasan lagi untuk menunda belajar.
Berbagai platform, seperti YouTube, Coursera, atau Udemy, menyediakan materi belajar gratis dan terjangkau tentang berbagai bidang, mulai dari desain grafis hingga digital marketing.
Baca juga: Belajar Sambil Bermain, Ratusan Anak TK Meriahkan Festival Gerak Dasar FIKK UNJ
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Upy.ac.id