Suasana Balai Masjid yang diluncurkan oleh Universitas Gadjah Mada. (ugm.ac.id)
INDOZONE.ID - Langkah Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam mendukung pemulihan sosial warga terdampak bencana di Aceh terus berlanjut.
Berlokasi di lingkungan Masjid Baiturrasyidin, Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, UGM resmikan balai masjid yang dapat dimanfaatkan warga sebagai pusat berbagai kegiatan.
Peresmian balai masjid yang digelar pada 27 Februari silam ini, diharapkan dapat menjadi garis start untuk memulihkan kembali kegiatan warga Desa Geudumbak di masa mendatang.
Hadirnya balai masjid juga menandai ditariknya tim KKN PPM UGM, yang sebelumnya telah terjung langsung di tengah masyarakat desa selama 30 hari lamanya.
“Warga dan pemerintah desa setempat berharap program KKN UGM bisa dilanjutkan untuk mempercepat pemulihan,” tutur anggota tim kelompok kerja pengabdian UGM, Ir. Ashar Saputra, S.T., M.T., Ph.D., IPM., ASEAN.Eng.
Baca juga: Mahasiswa Fisipol UGM Gelar Ekspedisi 14 Hari di IKN, Soroti Krisis Sampah dan Air Bersih
Tim KKN PPM UGM tersebut memperkenalkan berbagai agenda kegiatan yang mendukung kebutuhan masyarakat, meliputi skrining kondisi kesehatan masyarakat, optimalisasi hunian sementara berbasis kayu, rehabilitasi infrastruktur sekolah, serta penyediaan akses air bersih dan sistem sanitasi.
Kehadiran tim KKN merupakan bukti dilaksanakannya Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat sekaligus mendukung nilai kesehatan, infrastruktur, dan juga pendidikan.
Dari sektor kesehatan, tim membimbing anak-anak desa cara mencuci tangan dengan benar, yang sekaligus merupakan agenda Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, mahasisiwa turut mengajak masyarakat untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan konsultasi kesehatan pendukung lainnya.
Baca juga: Kapan Pengumuman SNBT 2026? Catat Jadwal Tanggal Resminya
Untuk mendukung sektor infrastruktur, mereka bekerja sama dengan TNI membangun fasilitas MCK, pemasangan filter dan toren air, dan juga pemasangan unit Penerangan Jalan Umum (PJU) berbasis tenaga surya.
Sementara itu, para mahasiswa bergerak cepat melakukan survei serta pemetaan titik hunian sementara (huntara), sekaligus mengawal distribusi material kayu untuk mempercepat pembangunan tempat tinggal warga.
Seluruh inisiatif ini dijalankan dengan semangat bahu-membahu bersama warga setempat dan pemangku kepentingan terkait.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ugm.ac.id