Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 25 MARET 2026 • 18:09 WIB

Mahasiswa UI Juara Dunia WFSA 2026, Ciptakan Feri Tangguh untuk Perairan Nigeria

Mahasiswa UI Juara Dunia WFSA 2026, Ciptakan Feri Tangguh untuk Perairan NigeriaMahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia. (eng.ui.ac.id)

INDOZONE.ID - Tim Nagapasa dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) sukses menyabet juara pertama dalam ajang Worldwide Ferry Safety Association (WFSA) Design Competition 2026

Kompetisi desain kapal feri tingkat internasional ini diikuti mahasiswa dari berbagai negara. Pemenang diumumkan pada 11 Februari 2026, sementara seremoni penghargaan dijadwalkan berlangsung pada 5-6 Mei 2026 di New York City, Amerika Serikat.

Tim ini beranggotakan sepuluh mahasiswa Program Studi Teknik Perkapalan Fakultas Teknik UI dari angkatan 2022 dan 2023 yang dibimbing oleh Dr. Eng. Gerry Liston Putra, dosen di program studi yang sama.

Memasuki tahun ke-13 penyelenggaraan, kompetisi ini diikuti oleh 10 tim dari berbagai negara, mulai dari Indonesia hingga Amerika Serikat.

Baca juga: Mahasiswa KKN UAD Edukasi Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Sehat di Desa Bojong Kulon Progo

Pada edisi 2025-2026, peserta diminta merancang kapal feri tipe Ro-Pax yang aman sekaligus terjangkau untuk beroperasi di Sungai Niger, Nigeria, dengan mempertimbangkan kondisi perairan dangkal, musim hujan dan banjir, serta kebutuhan sistem pendingin mesin yang efisien.

Menjawab tantangan tersebut, Tim Nagapasa memperkenalkan konsep MV SAFARIND.

Kapal feri berdesain katamaran ini memiliki panjang 35,85 meter dan dirancang untuk melayani rute Lokoja-Onitsha sejauh kurang lebih 200 kilometer di Sungai Niger. 

Secara teknis, MV SAFARIND mengusung lambung katamaran dengan bentuk heksagonal berbasis pelat datar. Desain ini memberikan stabilitas yang baik sekaligus tetap optimal saat beroperasi di perairan dangkal.

Baca juga: Lulusan Teknik Wajib Tahu! Ini Panduan Lengkap Cara Meraih Gelar Insinyur di Indonesia

Dengan draft hanya 0,8 meter, kapal ini tetap bisa melaju di kedalaman minimum 0,89 meter. Dari sisi keselamatan, performanya melampaui standar internasional dengan indeks stabilitas yang lebih tinggi dari batas minimum, serta waktu evakuasi kurang dari 42 menit.

Sistem navigasi dan keamanan terintegrasi juga disematkan untuk mengurangi risiko kecelakaan maupun ancaman lain seperti pembajakan.

Perwakilan tim, Felicia, menjelaskan bahwa optimalisasi hidrodinamika berhasil menurunkan hambatan kapal hingga 6,8 persen pada kecepatan 27 knot. 

Dari sisi performa, optimasi hidrodinamika yang dilakukan tim berhasil mereduksi hambatan kapal hingga 6,8 persen pada kecepatan 27 knot. Penerapan sistem energi hibrida melalui panel surya dan baterai juga mampu menekan konsumsi bahan bakar sekitar 6 persen serta mengurangi emisi karbon hingga sekitar 138 ton CO₂ per tahun. Dengan pendekatan konstruksi baja pelat datar modular serta metode fabrikasi panel yang mudah dirawat, kapal ini dinilai layak secara teknis dan ekonomis, dengan estimasi pengembalian modal antara 2,5 hingga 6,5 tahun.” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Eng.ui.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mahasiswa UI Juara Dunia WFSA 2026, Ciptakan Feri Tangguh untuk Perairan Nigeria

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!