INDOZONE.ID - Mahasiswa KKN Reguler 155 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menginisiasi program bertajuk “Pengelolaan Sampah, Lingkungan, dan Kesehatan Masyarakat Dusun Bojong” di Dusun Bojong, Kalurahan Kulur, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo.
Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah sekaligus menjaga kualitas lingkungan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif.
Sebagai langkah awal, tim menggelar sosialisasi mengenai bahaya sampah plastik bagi kesehatan pada 18 Februari 2026. Dalam kegiatan ini dijelaskan berbagai dampak yang bisa muncul, mulai dari diare, demam berdarah dengue (DBD), hingga gangguan sistem pernapasan.
Edukasi tersebut kemudian diperkuat dengan penyediaan drop box botol plastik di Pos Kamling pada 2 Maret 2026 sebagai sarana pengumpulan sampah.
Selain itu, dipasang pula papan informasi mengenai lama proses penguraian sampah guna mendorong kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah.
Baca juga: Berkomitmen Latih Pakar Siber Masa Depan Indonesia, Unhan RI Jalin Kerja Sama dengan Thales
Di sisi lain, tim KKN juga mendorong ketahanan lingkungan dan pangan dengan membagikan bibit pisang Cavendish kepada warga.
Masyarakat turut mendapatkan pendampingan terkait teknik penanaman dan perawatan, agar tanaman dapat tumbuh optimal dan berpotensi memberikan manfaat ekonomi.
Sebagai bentuk implementasi langsung, mahasiswa bersama warga melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan dusun, termasuk area sekitar Pondok Pesantren Al Husna Bojong dan Pos Kamling.
Koordinator KKN Unit VI.A.3 menyampaikan bahwa keberlangsungan program sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat. Ia berharap kebiasaan baik yang telah diperkenalkan dapat terus diterapkan secara mandiri oleh warga.
Sementara itu, dosen pembimbing lapangan, Heni Trisnowati, menilai kegiatan ini sebagai wujud penerapan ilmu kesehatan masyarakat dalam pemberdayaan komunitas.
“Program KKN tidak hanya menjadi sarana pengabdian, tetapi juga proses pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. Melalui pendekatan promotif dan preventif berbasis masyarakat, mahasiswa dilatih untuk mampu mengidentifikasi masalah, merancang solusi, serta membangun partisipasi warga secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa sinergi antara edukasi kesehatan, pengelolaan lingkungan, dan ketahanan pangan merupakan pendekatan terpadu yang sejalan dengan prinsip kesehatan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: News.uad.ac.id