Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 25 MARET 2026 • 12:22 WIB

Nabilah, Mawapres UPI 2026 yang Aktif Perjuangkan Pendidikan, Beasiswa, dan Akses Difabel di Wilayah 3T

Nabilah, Mawapres UPI 2026 yang Aktif Perjuangkan Pendidikan, Beasiswa, dan Akses Difabel di Wilayah 3TNabila bersama generasi muda di kawasan 3T (berita.upi.edu)

INDOZONE.ID - Nabilah Dwisepti Cahyani, mahasiswi Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI), menyabet Juara 1 dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) 2026.

Penghargaan tertinggi tersebut berhasil diraih berkat keseimbangan antara prestasi akademik yang gemilang dengan kontribusi nyata yang luas bagi masyarakat di berbagai pelosok tanah air.

Dikenal sebagai aktivis yang gigih, Nabilah memfokuskan pengabdiannya pada pemerataan akses pendidikan, pemberdayaan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), serta pembelaan hak-hak kelompok difabel. 

Baca juga: Calon Mahasiswa Wajib Tahu! Perbedaan Jurusan Sastra Inggris dan Pendidikan Bahasa Inggris

Salah satu langkahnya dimulai pada 2024 melalui inisiatif "Obrolan Bintang". Program ini memberikan pendampingan bagi pelajar dan mahasiswa untuk meraih beasiswa dan pengembangan potensi diri.

Hingga saat ini, gerakan tersebut telah merangkul lebih dari 1.100 peserta dan berhasil mengantarkan puluhan anak muda mendapatkan beasiswa bergengsi seperti Hoshizora Foundation dan Glow & Lovely Bintang Beasiswa.

Semangat Nabilah untuk memajukan kualitas sumber daya manusia di daerah terpencil dibuktikan dengan keterlibatannya sebagai pendiri Yayasan Abhinaya Aksata Nusantara dan perannya di Garda Muda Indonesia.

Ia terjun langsung mengelola pelatihan literasi digital di berbagai pulau terluar, mulai dari Kepulauan Bawean, Togean, Karimunjawa, hingga wilayah Banda Neira dan Banggai Laut. 

Baca juga: Hadirkan Kebahagiaan di Tengah Perjuangan, Duta Literasi Unhas Gelar Aksi Peduli Anak Kanker

Melalui kolaborasi tersebut, ia ingin memastikan pemuda di kawasan 3T memiliki peluang berkembang yang setara dengan kota besar.

Selain isu pendidikan di pelosok, Nabilah juga menaruh perhatian serius pada aksesibilitas melalui wadah AKSESable Indonesia.

Fokusnya adalah memperjuangkan hak penyandang disabilitas, khususnya tunanetra, melalui program penyediaan buku audio (Audiobilitas) dan kampanye kesadaran publik (AksesNesia).

Langkah yang diambil lahir dari keprihatinannya terhadap infrastruktur dan sistem sosial yang dinilai masih kurang berpihak pada kelompok difabel. 

Baca juga: Wujudkan Kampus Inklusif, FEB UGM Resmikan Lift Khusus untuk Mahasiswa Difabel

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita.upi.edu

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Nabilah, Mawapres UPI 2026 yang Aktif Perjuangkan Pendidikan, Beasiswa, dan Akses Difabel di Wilayah 3T

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!