Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 25 MARET 2026 • 13:00 WIB

Mahasiswa UM Raih Mawapres 2026, Gagas Program Kesehatan “NAPAS RIMBA” untuk Turunkan Angka Penyakit ISPA

Mahasiswa UM Raih Mawapres 2026, Gagas Program Kesehatan “NAPAS RIMBA” untuk Turunkan Angka Penyakit ISPAFito Uky Syahrul Ramadhan (um.ac.id)

INDOZONE.ID - Fito Uky Syahrul Ramadhan, mahasiswa jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Malang (UM), sukses terpilih sebagai Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) 1 tingkat fakultas 2026.

Gelar membanggakan ini diraih Fito setelah ia unggul dalam rangkaian seleksi ketat yang menguji nilai akademik, jiwa kepemimpinan, serta ide-ide inovatifnya.

Baca juga: Solusi Inovatif Unpad: Nanopartikel dari Limbah Kulit Pisang Kepok untuk Deteksi Kanker Serviks

Keberhasilan Fito tentu tidak didapatkan secara instan. Sejak semester pertama, ia dikenal sangat aktif mengejar prestasi di berbagai level, mulai dari nasional hingga internasional.

Beberapa penghargaan yang pernah ia kantongi sebelumnya meliputi Juara 1 Lomba Esai Nasional, serta berbagai juara di bidang pidato, presentasi, dan debat bahasa Inggris.

Salah satu poin utama yang membuat juri terkesan adalah sebuah gagasan kreatif yang ia beri nama NAPAS RIMBA.

Program tersebut dirancang untuk menurunkan angka penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang sering kali mewabah setelah bencana banjir, terutama di wilayah Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

Baca juga: Satu Bulan Misi Kemanusiaan, 1.136 Praja IPDN dan ASN Kemendagri Pulihkan Birokrasi Aceh Usai Banjir

Uniknya, Fito menggabungkan ilmu kesehatan dengan kearifan lokal, yaitu budaya Smong, sebagai cara untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada warga.

Melalui kerja sama dengan berbagai pihak seperti pemerintah dan tenaga medis, program ini mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih, menjaga kualitas udara dan air, serta mengonsumsi makanan bergizi.

Sebagai mahasiswa di lingkungan FIK, Fito juga mengingatkan bahwa menjaga kesehatan tidak hanya soal makanan dan edukasi.

“Kesehatan masyarakat tidak cukup hanya dengan edukasi dan makanan bergizi. Aktivitas fisik juga menjadi faktor penting untuk menjaga daya tahan tubuh,” ungkapnya. 

Baca juga: Tingkatkan Minat Baca Sejak Dini, Mahasiswa UNAIR Gelar Edukasi Interaktif bagi Anak Yatim di Surabaya

Kemenangan Fito didapatkan setelah ia meraih skor tertinggi dalam seleksi selama dua hari. Tahapan yang ia lalui meliputi verifikasi prestasi, wawancara menggunakan bahasa Inggris, hingga sesi tanya jawab mengenai ide kreatif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Um.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mahasiswa UM Raih Mawapres 2026, Gagas Program Kesehatan “NAPAS RIMBA” untuk Turunkan Angka Penyakit ISPA

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!