Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 26 MARET 2026 • 15:40 WIB

Keren! Mahasiswa Ubaya Ciptakan Rasaya, Teknologi Pemantau Kesehatan Mental Berbasis Digital

Keren! Mahasiswa Ubaya Ciptakan Rasaya, Teknologi Pemantau Kesehatan Mental Berbasis DigitalChavel Aiko Ratu, mahasiswa FT Ubaya yang menciptakan Rasaya (ubaya.ac.id)

INDOZONE.ID - Mahasiswa dari Program Studi Teknik Informatika Universitas Surabaya (Ubaya), Chavel Aiko Ratu, berhasil menciptakan sebuah terobosan teknologi bernama Rasaya.

Program ini merupakan sistem informasi yang dirancang khusus untuk mendukung kegiatan konseling bagi siswa di sekolah melalui platform digital.

Melalui Rasaya, kondisi psikologis murid dapat dipantau lebih terstruktur menggunakan perangkat komputer maupun aplikasi di ponsel pintar.

Baca juga: UPI Turunkan Tim Trauma Healing untuk Pulihkan Psikologis Warga Aceh Utara

Ide pembuatan Rasaya bermula dari kepedulian Chavel terhadap tantangan yang dihadapi sekolah dalam mencatat dan mendeteksi masalah kesehatan mental siswa. Seringkali, gangguan mental pada remaja terlambat diketahui karena kurangnya pengawasan yang sistematis.

Untuk memperkuat landasannya, ia melakukan studi kasus dengan data yang diperoleh dari salah satu SMA di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

“Berdasarkan wawancara dan kuesioner yang saya sebar, ternyata para siswa malu untuk mengekspresikan apa yang mereka rasakan secara langsung kepada gurunya. Jadi, guru juga tidak sepenuhnya paham terkait apa yang sedang dirasakan oleh siswanya,” jelas Chavel.

Untuk mengatasi kendala tersebut, ia mengembangkan Rasaya di bawah bimbingan dosen Dr. Liliana. Sistem tersebut menggunakan teknologi canggih bernama Lexicon-Based Sentiment Analysis.

Teknologi ini mampu menganalisis perasaan atau suasana hati siswa berdasarkan data yang dimasukkan, lalu mengelompokkannya menjadi kategori emosi positif, negatif, atau netral. 

Baca juga: FIKES UB Hadirkan Layanan Analisis Komposisi Tubuh dengan Teknologi InBody 970 yang Lebih Akurat

Selain itu, terdapat algoritma khusus yang bisa mendeteksi apakah seorang siswa sedang mengalami stres akademik atau konflik sosial.

Agar hasilnya akurat, Chavel juga melibatkan psikolog anak dan remaja dalam memvalidasi analisis sistem tersebut.

“Selain itu, ada beberapa program menarik, seperti daily mood tracker, fitur lapor teman, refleksi harian, riwayat kondisi emosi, serta tren kelas dan angkatan. Jadi, sumber datanya bersifat multi informan dan tidak subjektif karena melibatkan guru, wali kelas, dan teman,” paparnya.

Dengan hasil analisis yang jelas, guru bimbingan konseling (BK) dapat mengambil keputusan lebih tepat dan efisien dalam memberikan pendampingan kepada siswa yang membutuhkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ubaya.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Keren! Mahasiswa Ubaya Ciptakan Rasaya, Teknologi Pemantau Kesehatan Mental Berbasis Digital

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!