Ilutrasi kumpulan mahasiswa baru. (freepik.com)
INDOZONE.ID - Memasuki dunia perkuliahan tidak hanya soal memilih jurusan dan kampus saja, tetapi juga memahami keperluan biaya kuliah yang harus dipersiapkan sejak awal.
Kurangnya pemahaman soal struktur biaya selama kuliah sering kali membuat mahasiswa atau orang tua kewalahan di tengah perjalanan studi.
Lantas, biaya yang dikeluarkan selama kuliah ada apa saja? Berikut penjelasan lengkapnya.
Baca juga: Keren! Mahasiswa Ubaya Ciptakan Rasaya, Teknologi Pemantau Kesehatan Mental Berbasis Digital
Uang Kuliah Tunggal (UKT) merupakan biaya utama yang wajib dibayarkan mahasiswa setiap semester.
Besaran UKT biasanya ditentukan berdasarkan kemampuan ekonomi keluarga yang telah dibagi ke dalam beberapa kelompok.
UKT sudah mencakup sebagian besar kebutuhan akademik, seperti kegiatan perkuliahan, penggunaan fasilitas kampus, hingga layanan administrasi.
Artinya, mahasiswa tidak lagi dikenakan biaya per SKS seperti dulu.
Namun, besaran UKT bisa berbeda antar kampus, bahkan antar program studi dalam satu universitas.
Baca juga: Tak Mudik di Hari Raya, Mahasiswa UNAIR Ini Pilih Rayakan Lebaran di Perantauan
Selain UKT, beberapa perguruan tinggi juga menerapkan Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI).
Biaya ini umumnya dibayarkan satu kali di awal saat mahasiswa diterima.
SPI biasanya berlaku untuk jalur masuk tertentu, seperti jalur mandiri.
Fungsinya adalah untuk mendukung pengembangan fasilitas kampus, seperti pembangunan gedung, laboratorium, hingga sarana pendukung lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kemdiktisaintek.go.id, Amatan