Ilustrasi siswa melakukan projek kewirausahaan (AI/Gemini)
INDOZONE.ID - Kurikulum Merdeka membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan Indonesia. Salah satu komponen utamanya adalah Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Banyak yang mengira P5 hanyalah tugas tambahan bagi siswa, padahal sebenarnya P5 memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan keterampilan siswa di kehidupan nyata.
P5 adalah singkatan dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, yaitu program pembelajaran berbasis proyek yang bertujuan untuk mengembangkan karakter dan kompetensi siswa sesuai nilai-nilai Pancasila.
Melalui P5, siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga diajak untuk menerapkan langsung proses belajar dari lingkungan sekitar. Pembelajaran ini bersifat lintas disiplin, artinya tidak terpaku pada satu mata pelajaran saja.
Dengan kata lain, P5 adalah cara belajar yang lebih nyata, aktif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
P5 dirancang untuk membantu siswa menjadi pribadi yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.
Beberapa tujuan utamanya antara lain:
Siswa dilatih memiliki sikap seperti gotong royong, mandiri, dan bertanggung jawab.
Siswa diajak mencari solusi dari masalah nyata di lingkungan mereka.
Siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses belajar.
Kegiatan P5 membantu siswa memahami peran mereka di masyarakat.
Baca juga: Mahasiswa Keperawatan USK Luncurkan SIGAP MPASI, Solusi Praktis untuk Edukasi Gizi Anak
Salah satu hal penting yang perlu dipahami adalah bahwa P5 bukan pekerjaan rumah tambahan. P5 merupakan bagian dari sistem pembelajaran yang dirancang khusus untuk:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Telkomuniversity.ac.id