Gitta Putri Mardanti. (undip.ac.id)
INDOZONE.ID - Universitas Diponegoro mencatat kabar membanggakan dari salah satu alumninya, Gitta Putri Mardanti.
Mahasiswa lulusan S1 Arsitektur Fakultas Teknik angkatan 2016 itu resmi terpilih sebagai Puteri Indonesia Jawa Tengah 2026.
Sejak masa kuliah, Gitta dikenal aktif di berbagai kegiatan. Kini, ia semakin mantap menapaki dunia pageant sebagai ruang untuk berkembang sekaligus memberi dampak lebih luas.
Ketertarikannya pada dunia tersebut bahkan sudah muncul sejak kecil, meski baru benar-benar ia tekuni secara serius dalam delapan tahun terakhir.
“Ketertarikan saya terhadap dunia pageant sebenarnya telah tumbuh sejak kecil. Namun, keputusan untuk benar-benar melangkah ke ajang Puteri Indonesia Jawa Tengah merupakan hasil dari proses selama kurang lebih delapan tahun terakhir,” tegasnya.
Baca juga: Tak Mudik di Hari Raya, Mahasiswa UNAIR Ini Pilih Rayakan Lebaran di Perantauan
Pengalaman tampil di depan publik sebenarnya sudah terasah sejak ia aktif di Paduan Suara Mahasiswa Teknik UNDIP.
Bersama tim tersebut, Gitta pernah mengikuti berbagai kompetisi hingga tingkat internasional. Bahkan, mereka meraih Grand Prix Winner di ajang 18th Busan Choral Festival and Competition 2022 di Korea Selatan.
Selain itu, ia juga pernah terlibat dalam ajang Denok Kenang Kota Semarang sebagai duta wisata. Berbagai pengalaman tersebut menjadi bekal penting yang membawanya hingga ke panggung Puteri Indonesia Jawa Tengah.
“Motivasi saya mengikuti Puteri Indonesia Jawa Tengah bukan semata-mata untuk meraih gelar, tetapi untuk memperluas dampak. Saya ingin menjadi perempuan yang tidak hanya berdiri dengan percaya diri, tetapi juga memiliki kapasitas, integritas, dan visi yang jelas untuk berkontribusi bagi budaya dan generasi muda Jawa Tengah. Bagi saya, mahkota bukan tujuan akhir, melainkan simbol tanggung jawab. Dan saya percaya, setelah melalui proses panjang selama bertahun-tahun, saya siap melangkah sebagai versi terbaik diri saya. Ini adalah hasil dari proses panjang, doa, dan konsistensi yang saya jaga selama ini,” lanjutnya.
Baca juga: Membangun Generasi Pancasila: Mengapa P5 Sangat Penting di Kurikulum Merdeka?
Latar belakang arsitektur yang ia pelajari di kampus turut memengaruhi cara pandangnya.
Gitta mengaku terbiasa melihat bahwa setiap ruang memiliki cerita dan setiap desain membawa dampak bagi penggunanya.
“Cara berpikir ini membentuk perspektif saya dalam melihat peran sosial bahwa setiap program yang kita rancang harus memiliki tujuan yang jelas, berdampak nyata, dan berkelanjutan," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Undip.ac.id