INDOZONE.ID - Bagi sebagian besar mahasiswa perantau, momen Idul Fitri identik dengan tradisi mudik atau pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga besar.
Namun, pemandangan berbeda terlihat pada kehidupan Putri Fadhilah Arman, mahasiswa program studi Pengobat Tradisional (Battra) angkatan 2025 di Fakultas Vokasi, Universitas Airlangga (UNAIR).
Baca juga: Gandeng Polda Metro Jaya, Mahasiswa UNAIR Fokus Pulihkan Mental Korban Banjir di Cilincing
Tahun ini, mahasiswi asal Kota Tanjung, Kalimantan Selatan tersebut harus merelakan kerinduannya pada tanah kelahiran demi efisiensi waktu dan tenaga.
Keputusan Putri untuk tidak mudik ke Kalimantan bukanlah tanpa alasan. Libur kuliah yang singkat menjadi pertimbangan utamanya untuk tetap bertahan di Pulau Jawa.
Baginya, menempuh perjalanan jauh dengan waktu istirahat yang terbatas akan sangat menguras energi, sehingga ia memilih cara lain untuk tetap bisa merasakan suasana kemenangan tanpa harus pulang ke rumah.
Menariknya, Putri tidak sendirian dalam menjalani momen Lebaran di perantauan. Ia memilih untuk menuju kediaman neneknya yang berada di Ngawi, Jawa Timur.
“Rencananya merayakan bareng nenek dan dua sepupu yang sama-sama tidak pulang karena libur kuliah cuma sebentar,” ujarnya.
Baca juga: Libur Lebaran Selesai, Semangat Kuliah Hilang? Ini 5 Penyebab Kenapa Mahasiswa Sulit Produktif
Kedua sepupunya adalah mahasiswa di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang juga terpaksa tidak mudik karena terkendala durasi libur akademik.
Kebersamaan di rumah sang nenek menjadi pelipur lara yang ampuh. Meskipun jauh dari orang tua, kehadiran sepupu sesama perantau menciptakan ikatan emosional yang kuat untuk saling menjaga dan menguatkan mental di hari raya.
Meski begitu, Putri mengaku bahwa ada rasa rindu yang mendalam terhadap suasana khas di Kota Tanjung. Biasanya, rumah orang tuanya menjadi pusat berkumpul seluruh sanak saudara untuk melakukan tradisi sungkeman.
Ia merindukan aroma masakan khas Kalimantan serta ramainya kunjungan tetangga yang menjadi memori tak terlupakan setiap tahunnya.
Meski kehilangan momen-momen tersebut, Putri tetap merasa bersyukur karena masih bisa menjalankan tradisi Lebaran bersama keluarga lainnya di Jawa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unair.ac.id