Mahasiswa dan Polda Metro Jaya gelar trauma healing bagi korban banjir di Cilincing. (unair.ac.id)
INDOZONE.ID - Mahasiswa magang asal Universitas Airlangga yang berkolaborasi dengan Bagian Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya menggelar kegiatan trauma healing bagi warga terdampak banjir di wilayah Cilincing, Jakarta Utara, pada Selasa (13/1/2026).
Program ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap kondisi psikologis masyarakat yang tengah menghadapi situasi sulit akibat bencana, sekaligus upaya memberikan dukungan emosional selama masa pengungsian.
Dalam pelaksanaannya, tim yang terdiri dari mahasiswa magang dan tenaga profesional dari Bagian Psikologi ini memberikan layanan pendampingan mental melalui berbagai aktivitas pemulihan trauma.
Kegiatan tersebut dirancang untuk membantu warga, terutama anak-anak dan keluarga, agar mampu mengelola rasa cemas, tekanan psikologis, serta ketidaknyamanan yang muncul pascabencana banjir.
Pendekatan yang digunakan tidak hanya berfokus pada konseling, tetapi juga melibatkan aktivitas interaktif yang bersifat rekreatif dan edukatif.
Hal ini bertujuan menciptakan suasana yang lebih nyaman dan aman bagi para penyintas, sehingga mereka dapat perlahan memulihkan kondisi mentalnya.
Selain memberikan dukungan psikologis, tim juga turut berkontribusi dalam pendistribusian bantuan kebutuhan pokok bagi warga di lokasi pengungsian.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi selama masa darurat ini.
Alfathan, salah satu mahasiswa yang terlibat dalam program BBK UNAIR, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara mahasiswa dan institusi kepolisian dalam memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan institusi kepolisian dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat dan tentunya kami berharap kegiatan trauma healing ini dapat membantu masyarakat untuk merasa lebih tenang dan memberikan dukungan psikologis selama masa pemulihan pascabencana,” tuturnya.
Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 3 tentang Good Health and Well-Being.
Upaya yang dilakukan tim tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga menempatkan kesehatan mental sebagai aspek penting dalam penanganan korban bencana alam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unair.ac.id