Ilustrasi mahasiswa jurusan Hukum (Freepik)
INDOZONE.ID - Melanjutkan studi S2 di bidang hukum bukan hanya soal gelar, melainkan keputusan strategis yang sangat menentukan karier di masa depan.
Di Indonesia, program Magister Hukum (MH) maupun Magister Kenotariatan (M.Kn) menawarkan berbagai konsentrasi yang bisa disesuaikan dengan tujuan profesional, baik itu menjadi praktisi, akademisi, maupun bagian dari institusi negara.
Jika dilihat dari sudut pandang pragmatis, pilihan jurusan sebaiknya langsung dikaitkan dengan peluang kerja nyata di lapangan.
Berikut peta program magister hukum yang bisa membantu kamu menentukan jalur karier agar lebih terarah.
Baca juga: Apakah Jurusan Kuliah Menentukan Karier? Simak Fakta Ini Sebelum Terlanjur Menyesal!
Menjadi salah satu jalur yang paling diminati karena mempunyai relevansi tinggi dengan dunia usaha. Fokus utamanya adalah hubungan hukum dalam aktivitas bisnis, mulai dari kontrak hingga investasi lintas negara.
Mahasiswa akan mempelajari hukum perusahaan, kontrak, pasar modal, pajak, hingga bisnis internasional. Ilmu ini sangat aplikatif karena langsung digunakan dalam praktik sehari-hari di dunia korporasi.
Dari sisi karier, lulusan bisa terserap di sektor korporasi sebagai corporate lawyer atau in-house counsel yang menangani berbagai aspek hukum perusahaan, seperti merger dan akuisisi, penyusunan kontrak, hingga kepatuhan hukum (compliance).
Ada juga peluang menjadi konsultan hukum pajak atau spesialis legal di firma hukum ternama maupun perusahaan multinasional yang membutuhkan keahlian hukum bisnis.
Berbeda dari MH biasa, program ini bersifat wajib bagi siapa pun yang ingin menjadi notaris. Fokusnya sangat teknis dan berkaitan langsung dengan pembuatan dokumen hukum resmi.
Materi yang dipelajari mencakup hukum agraria, hukum waris, hukum jaminan, serta teknik penyusunan akta otentik.
Lulusan Magister Kenotariatan memiliki jalur yang relatif jelas dan spesifik, yaitu menjadi notaris dan PPAT yang berwenang membuat berbagai akta otentik seperti pendirian perusahaan, perjanjian, dan transaksi tanah.
Selain itu, keahlian dalam legalitas dokumen juga membuka peluang sebagai staf legal senior di sektor perbankan, properti, atau perusahaan yang membutuhkan ketelitian tinggi dalam pengelolaan dokumen hukum.
Berfokus pada kejahatan, baik konvensional maupun modern, seperti kejahatan korporasi dan kejahatan kerah putih.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan, Iblam, Ui.ac.id, Unair