Apakah Absen Mempengaruhi Nilai Kuliah? (Freepik)
INDOZONE.ID - Masuk ke dunia perkuliahan sering membuat banyak mahasiswa baru (maba) merasa lebih bebas ketimbang ketika masih sekolah.
Jadwal yang tidak selalu padat, sistem belajar berbasis SKS, serta minimnya pengawasan langsung dari dosen, membuat sebagian mahasiswa menganggap kehadiran bukan hal terlalu penting.
Dalam sistem perkuliahan, absensi bukan hanya soal hadir atau tidak, melainkan bagian dari penilaian yang bahkan bisa menentukan kelulusan dari sebuah mata kuliah.
Baca juga: Mau Kuliah ke Jepang? Ini Daftar 5 Universitas Terbaiknya, Banyak Diburu Mahasiswa Internasional
Dalam sistem SKS, setiap mata kuliah memiliki bobot tertentu yang mencerminkan beban belajar mahasiswa. Misalnya, mata kuliah 3 SKS biasanya diikuti selama sekitar tiga jam per minggu, ditambah waktu belajar mandiri di luar kelas.
Berbeda dengan sekolah yang cenderung lebih terstruktur, di perkuliahan mahasiswa dituntut untuk mandiri. Dosen tidak selalu mengingatkan atau mengejar mahasiswa yang tidak hadir.
Kehadiran sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Jika mahasiswa sering absen, dampaknya akan sangat berpengaruh pada pemahaman materi dan nilai di akhir semester.
Sebagian besar perguruan tinggi di Indonesia juga menerapkan aturan kehadiran minimal, umumnya sebesar 75 persen dari total pertemuan.
Artinya, jika dalam satu semester terdapat 16 kali perkuliahan, mahasiswa harus hadir setidaknya 12 kali. Jika kehadiran tidak mencapai batas tersebut, konsekuensi yang akan didapatkan cukup serius.
Mahasiswa biasanya tidak diperbolehkan mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS), bahkan berpotensi langsung mendapatkan nilai tidak lulus.
Nilai tugas maupun Ujian Tengah Semester (UTS) yang sudah dikerjakan pun bisa menjadi tidak berarti. Sebab, itu tidak memenuhi syarat administratif.
Absensi sebenarnya bukan sekadar formalitas. Kehadiran mahasiswa di kelas memberikan banyak manfaat yang tidak bisa sepenuhnya digantikan dengan belajar mandiri.
Mahasiswa yang hadir akan mendapatkan penjelasan langsung dari dosen, memahami konteks materi lebih baik, serta memiliki kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi.
Selain itu, informasi penting seperti tugas tambahan, perubahan jadwal, atau kisi-kisi ujian sering kali disampaikan secara langsung di kelas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan, STEKOM, Unesa