INDOZONE.ID - Ainus Salsabila, Wisudawan program Magister (S-2) Pendidikan Sains, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00.
Dalam acara Wisuda Periode ke-119 yang digelar pada 29 April 2026, Salsa membuktikan bahwa tesis bukanlah beban, melainkan dapat menjadi sarana untuk melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Melalui risetnya, Salsa mengembangkan aplikasi percakapan pintar bertajuk "Chatbot Berbasis Sistem ESD" yang dirancang khusus untuk meningkatkan literasi sains siswa jenjang SMA.
Baca juga: 23 Ucapan Sidang Skripsi Aesthetic, Cocok untuk Caption IG & Buket Wisuda
Inspirasi pembuatan chatbot bermula dari kepedulian Salsa terhadap kondisi pendidikan di kampung halamannya, Pamekasan.
Ia mengamati bahwa literasi digital di daerah tersebut masih memerlukan banyak dorongan. Namun, ada kendala besar yang sering dihadapi siswa, yaitu keterbatasan spesifikasi perangkat ponsel yang mereka miliki.
Berbeda dengan aplikasi kecerdasan buatan (AI) pada umumnya yang terkadang memerlukan memori besar atau data luas, chatbot karyanya sangat ramah perangkat.
Salsa merancang sistem ini agar dapat diakses hanya melalui sebuah tautan (link), agar para siswa tidak perlu mengunduh aplikasi tambahan yang memberatkan memori ponsel mereka.
Selain itu, konten di dalamnya sudah dipilah secara spesifik menggunakan metadata materi bioteknologi lingkungan.
Hal ini bertujuan agar siswa tetap fokus pada kurikulum sekolah dan tidak tersesat dalam informasi yang terlalu luas seperti saat menggunakan platform AI umum.
Baca juga: ITS Terapkan Teknologi AI Face Recognition dan Keamanan Ketat di UTBK SNBT 2026
Sebagai mahasiswa yang berlatar belakang pendidikan sains, Salsa awalnya tidak memiliki kemampuan di bidang pemrograman atau coding. Namun, demi mewujudkan visinya, ia nekat keluar dari zona nyaman.
Selama dua bulan penuh, ia mempelajari bahasa pemrograman secara mandiri melalui tayangan YouTube dan berdiskusi dengan rekan-rekan sejawatnya.
“Tantangan terbesarnya adalah saat data error, namun itu justru memacu saya untuk menyelesaikan masalah teknis sebelum mulai menulis tesis,” ungkap Salsa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unesa.ac.id