INDOZONE.ID - Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar pertemuan dengan Kyoto University Center for Southeast Asian Studies pada 13 Mei 2026.
Kunjungan ini dihadiri langsung oleh Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., bersama jajaran pimpinan kampus lainnya.
Lewat kunjungan ini, mereka membahas berbagai peluang kerja sama, mulai dari penelitian, publikasi internasional, pertukaran peneliti, hingga pengembangan kapasitas akademik antaruniversitas.
Dalam pertemuan tersebut, pihak USU menilai hubungan kerja sama dengan Kyoto University sejauh ini telah berjalan cukup baik, khususnya pada bidang ilmu politik.
Baca juga: LIMA UNIFEST 2026: IP Baru yang Mengubah Wajah Festival Kampus di Indonesia
"Hubungan kerja sama antara USU dan Kyoto University sejauh ini telah terjalin dengan sangat baik, khususnya pada bidang ilmu politik melalui kolaborasi penelitian bersama Professor Okamoto. Kerja sama tersebut dinilai menjadi fondasi yang kuat untuk memperluas kolaborasi pada bidang-bidang lainnya," ujarnya.
Rektor USU mengatakan sinergi antarpeneliti lintas negara sangat dibutuhkan untuk menghasilkan inovasi dan solusi terhadap berbagai persoalan global maupun regional.
Karena itu, USU terus mendorong penguatan jejaring internasional guna meningkatkan kualitas penelitian dan daya saing akademik kampus.
Selain memperkuat hubungan antarlembaga, kerja sama ini juga dinilai berpotensi membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen USU. Mulai dari keterlibatan dalam joint research hingga pertukaran akademik.
Baca juga: Jurusan Arkeolog Ada di Universitas Mana Saja? Ini Daftar Kampus dan Prospek Kerjanya
Kyoto University sendiri dikenal sebagai salah satu universitas riset ternama di Jepang yang aktif melakukan penelitian di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Melalui Center for Southeast Asian Studies (CSEAS), kampus tersebut selama ini banyak terlibat dalam kajian sosial, lingkungan, hingga isu pembangunan di negara-negara ASEAN.
Dalam sesi diskusi akademik, sejumlah peneliti Kyoto University turut memaparkan fokus riset yang tengah mereka kembangkan. Bidang yang dibahas cukup beragam, mulai dari transisi energi, penelitian sosial masyarakat, lahan gambut, virologi, media dan hubungan masyarakat, ekosistem mangrove, hingga isu kelautan.
Topik-topik tersebut dinilai relevan dengan tantangan global yang saat ini juga dihadapi Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Usu.ac.id