INDOZONE.ID - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, melalui tim pakar lingkungan, hadir di Desa Purwosari, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo, untuk mengenalkan konsep wisata masa depan yang ramah alam.
Program yang berlangsung pada pertengahan Mei 2026 ini menitikberatkan pada pengembangan ekowisata pengamatan burung atau birdwatching.
Baca juga: Iterahero ITERA: Hadirkan Wisata Edukasi Berbasis Smart Farming untuk Anak dan Masyarakat
Desa Purwosari dikenal memiliki kekayaan alam yang melimpah, terutama berbagai jenis burung lokal yang unik dan eksotis. Akan tetapi, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan warga.
Melalui skema Hibah Grup Riset (HGR) Pengabdian pada Masyarakat, tim dari Grup Riset Biosystematics and Ecological Studies UNS berupaya mengubah pola pikir warga. Diharapkan, warga melihat burung-burung di sekitar mereka sebagai aset berharga yang harus dilindungi.
Ketua Grup Riset, Dr. Puguh Karyanto, menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memantik kesadaran masyarakat.
“Lewat integrasi ekowisata birdwatching dan citizen science, masyarakat diajak terlibat aktif dalam pelestarian lingkungan sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari potensi keanekaragaman hayati yang dimiliki,” tutur Puguh.
Warga diajak untuk memahami, bahwa seekor burung di alam jauh lebih bernilai bagi industri pariwisata daripada yang berada di dalam sangkar.
Baca juga: Mahasiswa Teknik Industri UAJY Magang di Thailand, Kembangkan Robot Mirip Tangan Manusia
Selama tiga hari pelaksanaan, yaitu mulai dari 15 hingga 17 Mei 2026, warga tidak hanya mendapatkan teori di dalam kelas, tetapi juga mempraktikkannya di lapangan.
Mereka diberikan pelatihan mengenai cara menjadi pemandu wisata birdwatching yang profesional. Tak hanya itu, masyarakat dan mahasiswa juga diajarkan cara mencatat data ilmiah secara sederhana melalui metode citizen science.
Dengan metode yang diajarkan, warga setempat bisa berkontribusi langsung dalam riset pelestarian burung. Caranya adalah dengan mendokumentasikan jenis-jenis burung yang ditemui.
Keberhasilan program ini merupakan kerja keras dari kolaborasi multidisiplin para akademisi UNS yang terdiri dari Prof. Dr. Muzzazinah, Nurmiyati, Alanindra Saputra, dan Joko Ariyanto.
Untuk memastikan program terus berjalan dalam jangka panjang, tim UNS menggandeng Komunitas Lestari Purwosari sebagai mitra utama di tingkat lokal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Uns.ac.id