Mahasiswa UNY memberikan Nasi Darurat Jogja (uny.ac.id)
INDOZONE.ID – Sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), mengambil peran aktif dalam mengatasi persoalan pangan melalui kolaborasi strategis dengan komunitas Nasi Darurat Jogja.
Mengusung misi bertajuk "Satu Bungkus Nasi, Satu Langkah Menuju Zero Hunger," para mahasiswa terjun langsung ke lapangan untuk membantu kelompok masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok mereka.
Baca juga: Semarak Ramadhan 1447 H, DWP Unila Salurkan Bantuan Pokok ke Masjid-Masjid Sekitar
Aksi nyata ini merupakan bentuk kontribusi konkret dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin kedua mengenai penghapusan kelaparan.
Inisiatif yang dilakukan diawali dengan upaya mendalami akar permasalahan pangan melalui diskusi intensif dengan pendiri Nasi Darurat Jogja pada awal Mei 2026.
Komunitas Nasi Darurat Jogja sendiri memiliki latar belakang yang menyentuh hati. Berdiri sejak Januari 2023, komunitas ini terinspirasi dari perjuangan seorang mahasiswi di Yogyakarta yang terpaksa bertahan hidup dengan kondisi pangan terbatas akibat himpitan ekonomi.
Kisahnya menjadi pengingat bahwa di balik gemerlapnya kota, masih banyak warga, bahkan dari kalangan pelajar, yang harus berjuang melawan rasa lapar.
Salah satu hal menarik dari gerakan yang diusung adalah sistem penyaluran bantuan yang modern dan menjaga privasi.
Baca juga: Rasakan Jadi Mahasiswa Sehari, Pelajar Ikuti Trial Class DCB Telkom University
Komunitas ini memanfaatkan platform digital WhatsApp untuk melayani masyarakat yang membutuhkan.
Pendekatan tersebut sengaja dipilih agar mereka yang memerlukan bantuan pangan tidak merasa rendah diri atau sungkan ketika meminta bantuan.
“Syarat utamanya makanan harus halal dan dikategorikan layak serta enak untuk dikonsumsi, lengkap dengan nasi, sayur, dan lauk,” ungkap perwakilan tim Nasi Darurat Jogja.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa UNY yang terdiri dari Setya Latifa Habiburrahma, Emy Wulandari, Dian Ratih Alfianti, dan tim lainnya, mendistribusikan paket makanan di titik-titik strategis seperti kawasan Malioboro dan perempatan lampu merah di sekitar Universitas Gadjah Mada (UGM).
Sasaran utamanya adalah para pemulung dan kelompok masyarakat rentan yang sering kali kesulitan mendapatkan makanan bergizi setiap harinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Uny.ac.id