Senin, 14 OKTOBER 2024 • 11:59 WIB

Mahasiswa Ini Keluhkan Pengendara yang Lupa Mematikan Lampu Sein, Kebiasaan dan Kelalaian yang Membahayakan

Author

Ilustrasi pengendara motor yang menyalakan lampu sein.

INDOZONE.ID - Pernahkah Anda berada di jalan dan merasa terganggu oleh pengendara yang lupa mematikan lampu sein? Kalimat, "lupa sih lupa, tapi ya nggak gitu juga kali," rasanya cocok untuk menggambarkan fenomena ini, terutama di Malang. Meski sebenarnya, kejadian ini bukan hal baru.

Unek-Unek Tentang Lampu Sein yang Menyala Terlalu Lama

Keluhan ini diungkapkan oleh salah satu mahsiswa Universitas Negeri Malang (UM), bermula saat ia menempuh perjalanan sekitar 28 kilometer dari rumah.

Berhubung harus berangkat lebih awal, jalanan di Pakisaji yang ramai oleh kendaraan, baik itu pelajar, pekerja, maupun masyarakat lainnya, memaksa saya untuk ekstra hati-hati menghadapi kemacetan.

Baca Juga: Mengenal Pendidikan Karakter di Jepang: Menanamkan Nilai Moral Sejak Dini

Di tengah perjalanan, ia kemudian disalip oleh seseorang yang mengendarai sepeda motor Beat putih dengan lampu sein kirinya menyala.

Anehnya, meski iaterus bertemu dengannya hingga Kebonagung, lampu sein kirinya masih tetap menyala. Hal ini membuatnya tergelitik untuk menulis keluhan dalam bentuk “surat cinta” ini kepada pengendara di Malang yang lupa mematikan lampu sein.

Keluhan Terhadap Pengendara yang Lupa Mematikan Lampu Sein

Pertama, ini bukan semata soal keselamatan, tetapi soal kesadaran diri. Pengendara yang lupa mematikan lampu sein sering kali menimbulkan kebingungan bagi pengendara lain. Ingin mengingatkan, tetapi takut responnya negatif.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan di International Journal of Traffic and Transportation Engineering, kesalahan kecil seperti lupa mematikan lampu sein bisa meningkatkan risiko kecelakaan, karena sinyal yang salah dapat mengaburkan niat sebenarnya pengendara.

Kedua, masalah ini tidak hanya terjadi di Malang. Di banyak daerah lain, pengendara yang lupa mematikan lampu sein juga sering ditemui. Ini menunjukkan perlunya kesadaran diri dan perhatian yang lebih terhadap perilaku berkendara.

Baca Juga: Mengenal Program Fast-Track di UNNES: Kuliah S1-S2 dalam Waktu 5 Tahun

Studi lain yang diterbitkan di Journal of Road Traffic Research menemukan bahwa faktor kelalaian pengendara, termasuk lupa mematikan lampu sein, berkontribusi pada peningkatan risiko kecelakaan lalu lintas .

Ketiga, ada fenomena unik ketika saya mengingatkan orang lain untuk mematikan lampu sein, saya sendiri kemudian lupa melakukannya di lain kesempatan. Ini mungkin menunjukkan bahwa masalah ini lebih umum dan sulit dihindari, sehingga ada perlunya langkah yang lebih sistematis.

Usulan Solusi bagi Pengendara di Malang

Saya mengusulkan tiga solusi yang bisa diterapkan oleh produsen kendaraan untuk mengatasi masalah lupa mematikan lampu sein:

Alarm atau Suara Pengingat Memberikan suara atau alarm yang mengingatkan pengendara ketika lampu sein dibiarkan menyala lebih dari satu menit.

Menurut penelitian di Journal of Human Factors in Engineering, pengingat suara dapat secara signifikan meningkatkan kewaspadaan pengendara terhadap kondisi kendaraannya .

Mati Otomatis Fitur lampu sein yang otomatis mati setelah melewati jarak atau waktu tertentu akan sangat membantu. Dengan kemajuan teknologi, seperti idling stop dan fitur autopilot, implementasi ini sangat mungkin diterapkan di sepeda motor.

Baca Juga: Kemendikbudristek Terbitkan Aturan Baru Terkait Profesi dan Penghasilan Dosen: Kepastian Hukum dan Jenjang Karir

Tanda Indikator yang Lebih Jelas Mengubah warna indikator lampu sein di speedometer menjadi merah dan memperbesar ukurannya. Warna merah secara psikologis lebih efektif menarik perhatian, sehingga pengendara lebih cepat sadar bahwa lampu sein mereka masih menyala.

Harapan untuk Pengendara di Malang

Sebagai pengendara yang sering kali menghadapi situasi ini, saya berharap produsen kendaraan dan pemerintah setempat lebih memperhatikan masalah ini. Dengan adanya fitur-fitur pengingat, serta edukasi lebih lanjut tentang pentingnya kesadaran berkendara, diharapkan masalah ini dapat berkurang.

Selain itu, kepedulian masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas juga perlu ditingkatkan, seperti yang diungkapkan dalam penelitian terbaru oleh Transport Research Institute yang menyatakan bahwa edukasi lalu lintas mampu menurunkan tingkat pelanggaran hingga 30% .

Jadi, surat cinta ini bukan hanya sekedar keluh kesah, tapi juga harapan agar kondisi lalu lintas di Malang dan daerah lain menjadi lebih baik. Semoga kita semua bisa lebih berhati-hati di jalan, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain.


Banner Z Creators Binus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan, Jurnal Internasional

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU