INDOZONE.ID – Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam penggerak perubahan khususnya dalam kontribusinya untuk keberlanjutan lingkungan. Binus University Malang berkesempatan untuk mengikuti program Green Campus Initiatives di National University Singapura (NUS).
Dalam kesempatan ini juga dijelaskan terdapat lima jenis tempat sampah yang dircancang khusus untuk mempermudah proses pemilahan, seperti:
- General Waste, untuk sisa makanan dan minuman
- Rinsed Bottles, untuk botol sekali pakai
- Rinsed Cans, untuk kemasang kaleng sekali pakai
- Rinsed HDPE, untuk botol yang berisi cairan seperti produk mandi dan lainnya
- Notes/Cardboard, untuk kertas dan kardus
Masing-masing tempat sampah dilengkapi dengan instruksi visual di bagian atasnya, sehingga memudahkan yang membutuhkan untuk memastikan sampah ditempatkan di tempat yang benar.
Pendekatan ini menunjukkan efektivitas penggunaan visual dibandingkan dengan instruksi tulisan semata, yang dapat meningkatkan pemahaman dan kepatuhan dalam pemilahan sampah.
Amy Ho, Direktur Bidang Keberlanjutan mengungkapkan bahwa NUS telah menggunakan berbagai pendekatan untuk mengurangi limbah, seperti pengelolaan sampah yang efektif, daur ulang, dan program pendidikan untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang pemilahan sampah.
BACA JUGA: Dosen BINUS Malang Berdayakan Pemuda Desa Wonokitri dalam Pelatihan Sablon Polyflex
NUS juga telah menerapkan teknologi manajemen energi canggih, seperti panel surya dan pendingin hibrida yang efisien. Melalui Steve Tool yang merupakan peragkat yang digunakan untuk memantau dan menganalisis data lingkungan seperti suhu dan kualitas udara di kampus secara aktual.
Isu perubahan iklim yang semakin marak, tentunya mempengaruhi bagaimana komunitas di universitas harus menghadapi suhu tinggi yang kadang membuat tidak nyaman.
Dalam workshoptersebut, pembahasan tentang Cool NUS sebagai praktik baik untuk mengatasi hal ini dilakukan dengan implementasi penggunaan cat yang membawa nuansa dingin serta pemasangan kaca film untuk mengurangi panas yang masuk ke dalam gedung.
Merupakan sebuah pengalaman yang sangat berguna karena tidak hanya saya dikenalkan dengan berbagai program dan teknologi hijau canggih yang diterapkan di NUS tetapi sadar bahwa kita tidak dapat melakukan ini sendiri.
Perlunya kerja sama dalam menciptakan solusi untuk terhadap tantangan lingkungan globaldiharapkan menghasilkan aksi nyata untuk membawa dampak posisitf yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung