Kegiatan sertifikasi talenta AI ini merupakan program hasil kolaborasi UGM bersama Microsoft Indonesia dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, dalam mendukung gerakan nasional mencetak satu juta talenta AI.
Guna menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan adaptif terhadap kebutuhan industri global, materi dalam sertifikasi ini disusun lengkap dengan mencakup dasar-dasar AI, etika, machine learning, hingga pemanfaatan teknologi Microsoft.
Kepala Biro Transformasi Digital UGM, Dr. Mardhani Riasetiawan, menyampaikan bahwa sertifikasi talenta AI di lingkungan UGM ini sebagai upaya nyata UGM dalam memastikan ekosistem AI berkembang di kalangan civitas akademika.
“UGM ingin memastikan para peserta bukan hanya terlatih, tapi juga bersertifikasi dengan standar industri. Ini validasi kesiapan mereka untuk terlibat aktif dalam transformasi digital nasional,” ujarnya, dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (8/5/2025).
BACA JUGA: Terkait Peran Militer yang Kembali Menguat, Ini Kata Akademisi UGM
Berbeda dari pelatihan sebelumnya, sertifikasi kali ini menjadi tahap seleksi kompetensi yang menguji kesiapan peserta untuk berperan sebagai pelatih, mentor, dan penggerak komunitas AI di lingkungannya.
Harapannya, kapasitas individu makin meningkat dan lahir duta-duta transformasi digital yang mampu menginspirasi dan melatih lebih banyak orang.
“Melalui keikutsertaan peserta dalam pelatihan ini diharapkan, mereka memiliki perspektif baru tentang pentingnya penguasaan AI untuk masa depan berbagai bidang keilmuan,” ujarnya.
Oleh karena itu, Mardhani menegaskan, UGM akan terus berkomitmen memperluas jangkauan program pelatihan sertifikasi talenta AI ini dengan menyasar institusi lain di bawah konsorsium Kampus Merdeka, dan mitra pemerintah daerah demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang teknologi dan inovasi digital.