INDOZONE.ID - Sebuah inisiatif sederhana diimplementasikan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa universitas Diponegoro di Dusun Sokowolu, Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Lewat pemanfaatan ember cat bekas yang dicat hijau dan diberi tulisan “KKN-T Undip Tim 72” beberapa tong sampah kini tersedia di titik-titik strategis di dusun tersebut.
Tong-tong sampah dari ember bekas cat tersebut ditempatkan di area yang kerap dilalui warga, seperti pinggir jalan utama, sekitar masjid, dan tempat umum lainnya.
Baca juga: Masjid Al Huda dan Telkom University Berkolaborasi Wujudkan Dakwah Digital untuk Generasi Muda
Program ini lahir dari keprihatinan akan minimnya tempat pembuangan sampah di lingkungan warga. Kondisi ini membuat sebagian masyarakat masih terbiasa membuang sampah di sembarang tempat karena tidak tersedia fasilitas pendukung yang memadai.
Meski tampak sederhana, keberadaan tong sampah ini disambut dengan antusias, khususnya oleh para pemuda dusun.
“Menurut kami, justru tempat sampah seperti ini memang dibutuhkan. Banyak warga yang sebenarnya mau buang sampah pada tempatnya, tapi tidak ada tempatnya,” ujar salah satu pemuda setempat. “Kalau ada yang memulai kayak gini, ya bagus. Jadi kami juga bisa ikut jaga kebersihan dusun.”
Inisiatif daur ulang ini juga memunculkan harapan baru agar kebersihan lingkungan menjadi perhatian bersama. Tidak sedikit pemuda yang berharap agar program serupa dapat dilanjutkan atau dikembangkan lebih luas oleh warga setelah masa KKN berakhir.
“Sebenarnya saya juga ingin untuk mengajak warga sini supaya bisa membuang sampah teratur, tapi cukup sulit," tambahnya.
Melalui langkah kecil seperti mendaur ulang ember cat menjadi tong sampah, mahasiswa KKN Undip menunjukkan bahwa perubahan tidak harus dimulai dari hal besar.
Cukup dengan melihat kebutuhan sekitar dan bertindak, dampak positif bisa langsung dirasakan masyarakat.
Kini, Dusun Sokowolu perlahan menapaki langkah menuju lingkungan yang lebih bersih dan sehat, dengan dukungan generasi mudanya yang mulai peduli dan tergerak untuk menjaga kampung halamannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung